KLIKJATIM.Com | Pasuruan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Komandan Jenderal Akademi TNI Letjen TNI R. Sidharta Wisnu Graha membagikan ratusan Bendera Merah Putih kepada civitas akademika Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Pasuruan.
Kegiatan yang berlangsung di SRT 2 Kota Pasuruan, Jalan Erlangga Selatan, Purworejo, Kota Pasuruan, tersebut menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Tertinggi Dwija Praja Nugraha
Suasana nasionalisme semakin terasa ketika Khofifah mengajak para siswa dan seluruh civitas akademika menyanyikan lagu Hari Merdeka dan Halo-Halo Bandung. Lagu-lagu perjuangan itu menggema di lingkungan sekolah dan membangkitkan semangat kebangsaan para peserta.
Khofifah mengatakan, pembagian Bendera Merah Putih tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial dalam menyambut bulan kemerdekaan. Menurutnya, Merah Putih merupakan simbol persatuan yang menyatukan masyarakat Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial.
"Karena ini sudah memasuki bulan kemerdekaan, saya rasa ini momentum tepat untuk menggelorakan semangat kemerdekaan," ujar Khofifah.
Ia menegaskan, kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pendahulu bangsa. Nilai tersebut, kata Khofifah, perlu terus diwariskan kepada generasi muda agar mereka memahami pentingnya menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Ketika generasi muda memahami bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan yang panjang, mereka akan semakin menyadari bahwa persatuan dan kesatuan adalah modal utama untuk menjaga Indonesia tetap kuat," katanya.
Menurut Khofifah, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini juga semakin kompleks. Kemajuan teknologi informasi membuat ancaman terhadap persatuan tidak hanya muncul dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga melalui hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga narasi provokatif.
Karena itu, ia mengajak para siswa untuk memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika serta tidak mudah terpengaruh berbagai informasi negatif yang dapat memecah belah bangsa.
"Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dihidupkan. Bendera Merah Putih adalah salah satu hal yang mempersatukan kita semua dari berbagai perbedaan. Kita memiliki bendera yang sama," tuturnya.
Khofifah berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan para siswa terhadap Indonesia. Menurutnya, kecintaan terhadap tanah air dapat diwujudkan melalui berbagai hal positif, termasuk belajar dengan sungguh-sungguh, meraih prestasi, berinovasi, dan menjaga persatuan.
"Rasa cinta tanah air kita dapat tumbuh apabila kita bersama-sama membentangkan, mengibarkan Merah Putih," tegasnya.
Khusus bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi, Khofifah menilai penanaman nilai perjuangan menjadi hal penting. Pendidikan tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, kerja keras, serta sikap pantang menyerah.
"Kita perlu menanamkan nilai perjuangan kepada generasi muda, anak-anak kita yang ada di SR. Ini akan mengajarkan bahwa untuk mendapatkan sebuah kemerdekaan, sesuatu yang kita inginkan itu ada perjuangan dan pengorbanan yang harus terus diupayakan," katanya.
Ia menjelaskan, bentuk perjuangan generasi muda saat ini berbeda dengan perjuangan para pahlawan pada masa lalu. Jika dahulu kemerdekaan diperjuangkan dengan mengangkat senjata, kini generasi muda dapat mengisi kemerdekaan melalui pendidikan dan berbagai prestasi.
Baca juga: Gubernur Khofifah Komitmen Gencarkan Pasar Murah Jaga Daya Beli Masyarakat Pasuruan dan Sidoarjo
"Para siswa tidak ikut turun mengangkat senjata untuk melawan terorisme, tapi mereka harus belajar dan berusaha keras untuk meraih prestasi, berinovasi, dan tidak mudah termakan isu negatif dan provokatif," jelasnya.
Khofifah menilai para siswa Sekolah Rakyat memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan Indonesia. Karena itu, mereka harus mendapatkan kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan potensi melalui akses pendidikan yang setara dan layak.
Ia berharap Bendera Merah Putih yang dibagikan dapat menjadi simbol sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi generasi unggul.
"Ini adalah simbol, motivasi bahwa masa depan bangsa ini, masa depan negara ini ada di tangan mereka. Mereka harus bertumbuh dengan baik, mendapatkan akses pendidikan yang setara dan layak. Indonesia Emas 2045 ada di tangan mereka," pungkas Khofifah.
Editor : Abdul Aziz Qomar