Viral Video Dugaan Bullying Siswi SD di Jember, Dipicu Masalah TikTok dan Cinta Monyet

Reporter : Muhammad Hatta
Tangkapan Layar: Siswi SD di Jember diduga mengalami tindakan bullying yang dipicu masalah cinta monyet dan interaksi media sosial. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Jember – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan tindakan penganiayaan dan perundungan (bullying) terhadap seorang siswi Sekolah Dasar (SD) di Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur, viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 29 detik tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram @JemberKeras pada Sabtu (8/8/2026).

Dalam rekaman video tersebut, terlihat seorang siswi berjilbab yang mengenakan seragam Pramuka didatangi oleh sejumlah siswi lain yang juga berseragam sekolah. Korban tampak ditarik, didorong, hingga menerima tindakan kekerasan fisik dari sejumlah anak di bagian depan luar lingkungan SD Selodakon 1 pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, di mana lokasi kejadian tidak terpantau langsung oleh pihak pengajar.

Baca juga: Sambut HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah dan Habib Syech Bersama Puluhan Ribu Masyarakat Lantunkan Dzikir dan Sholawat

Kanit Reskrim Polsek Tanggul, Aipda Aditya Prahara, membenarkan adanya insiden tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan kepolisian, korban merupakan siswi kelas 4 SD berinisial AS. Sementara pihak yang diduga melakukan tindak kekerasan merupakan dua siswi kelas 5 dan 6 SD yang berasal dari sekolah lain.

Aditya menjelaskan bahwa konflik tersebut dipicu oleh persoalan pertemanan khas anak-anak, rasa cemburu, interaksi akun media sosial TikTok, serta dinamika hubungan asmara seusia mereka.

"Awalnya masalah pertemanan anak-anak, cemburu dan follow-followan akun TikTok," kata pria yang akrab disapa Adit saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026).

Perselisihan bermula ketika korban mengikuti (follow) akun TikTok milik salah satu anak berinisial HN. Hal itu kemudian dipersoalkan hingga korban mendapat tantangan untuk berkelahi di depan sekolah.

Aksi kekerasan tersebut sengaja direkam menggunakan ponsel oleh rekan pelaku atas instruksi yang diberikan. Video rekaman itu awalnya hanya disebarkan ke grup WhatsApp komunitas pertemanan mereka sebelum akhirnya menyebar luas di media sosial.

Baca juga: Survei Ungkap 5 Persoalan Krusial di Jember: Kemacetan, Banjir, dan Sampah Jadi Isu Utama

Meski tidak mengalami luka lebam berat, korban dilaporkan merasakan nyeri di bagian tubuh akibat tendangan lantaran postur tubuh terduga pelaku yang lebih besar. Selain rasa sakit fisik, korban juga mengalami trauma psikologis dan rasa takut.

Hingga Minggu (9/8/2026), belum ada laporan tertulis resmi yang masuk ke Polsek Tanggul. Pihak keluarga korban berencana melaporkan penanganan perkara ini secara langsung ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember.

Jajaran Polsek Tanggul bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta jajaran pengawas pendidikan Kecamatan Tanggul dan Sumberbaru telah berupaya melakukan mediasi antarpihak keluarga. Namun, proses mediasi awal sempat tertunda lantaran ketidakhadiran salah satu pihak serta timbulnya kesalahpahaman saat petugas mendatangi kediaman yang bersangkutan.

Baca juga: Sae Rassa Buka 24 Jam, MYZE Hotel Sumenep Siapkan Promo Kemerdekaan

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Arief Tjahjono, menyatakan bahwa pihak dinas telah menerjunkan tim khusus untuk mengawal penanganan kasus perundungan anak ini.

"Sampun mas, pagi kemarin teman tim Dispendik sudah turun mendampingi proses mediasi," ujar Arief.

Hingga saat ini, proses penanganan serta pendalaman latar belakang kejadian, identifikasi peran para pihak yang terlibat, hingga mekanisme penyebaran video di media sosial masih terus diselidiki oleh pihak kepolisian dan dinas terkait.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru