KLIKJATIM.Com | Surabaya -Ketua Lembaga Hukum dan Advokasi (LHA) Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Surabaya, Rosadin meminta Polrestabes Surabaya untuk menuntaskan kasus pembacokan salah satu anggotanya yang diduga dilakukan oknum debt collector (DC).
Hal tersebut di ungkapkan Rosadin usai berlangsungnya aksi oleh ribuan anggota PSHT di Mako Polrestabes Surabaya. Rosadin mengatakan tuntutan aksi kali ini yakni berharap penegakan hukum yang nantinya di lakukan oleh aparat harus adil dan tidak berpihak pada satu golongan.
Baca juga: Hendak Kabur ke Luar Madura, Terduga Pelaku Pembacokan di Sumenep Ditangkap
"Penegakan hukum tanpa tebang pilih karena pelakunya banyak, kok cuma satu saja yang ditangkap. Mereka bawa sajam (senjata tajam) banyak, tapi kok yang lain kok tidak diproses," ujarnya.
Disamping itu ia menegaskan, aksi damai turun ke jalan yang hendak dilakukan anggota hari ini di Surabaya dilakukan oleh arus bawah PSHT, bukan dari pengurus cabang.
"Kegiatan itu bukan dari organisasi, tapi solidaritas dari adik-adik arus bawah. Jadi kami secara organisasi tidak terwakili untuk ikut ke sana," ungkapnya.
Baca juga: Kangen Makanan Penjara, Residivis Ini Ditangkap Lagi Karena Penipuan
Ia menyebut, ribuan anggota PSHT yang menggelar aksi di di depan Mapolrestabes Surabaya dan markas DC yang berlokasi di Jalan Teuku Umar, Surabaya berasal dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
"Kita tetap memantau. Ini kan adik-adik kita juga, bisa jadi dari Surabaya dan sekitarnya.
Baca juga: Pelaku Pembacok Suporter Persebaya Hingga Tewas Dibekuk Polisi di Sampang Madura
Usai menyuarakan aspirasi di depan Mako Polrestabes Surabaya, ribuan massa aksi langsung meluncur ke Jl. Teuku Umar, Surabaya lengkap dengan atribut bendera PSHT.
Suasana aksi diwarnai dengan konvoi dan adu gas motor oleh massa dan sempat terjadi pelemparan batu dan botol ke arah aparat gabungan, namun suasana ricuh dapat dibubarkan pada pukul 17.00 WIB
Editor : Ratno