RS Kapal Airlangga Sasar Ribuan Pasien di Kepulauan Sumenep

Reporter : Hendra
BEROPERASI : Tim medis RSK Ksatria Airlangga bersiap menjalankan misi pelayanan kesehatan bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. (doc. Istimewa/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep - Rumah Sakit Kapal (RSK) Ksatria Airlangga kembali menjalankan misi kemanusiaan melalui program Bakti RSKKA 2026 dengan menyasar masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Madura.


Selama pelaksanaan kegiatan pada 14-24 Juli 2026, tim medis menargetkan sedikitnya 500 pasien dapat memperoleh layanan kesehatan di setiap pulau yang disinggahi.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah, ASN Dapat Fleksibilitas Kerja untuk Dampingi Anak


Pelayanan dipusatkan di Puskesmas Bluto sebagai titik awal di daratan Sumenep, kemudian berlanjut ke Pulau Raas, Pulau Karamian, dan Pulau Masalembu. Wilayah-wilayah tersebut dipilih karena masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pelayanan dokter spesialis.


Direktur RSK Ksatria Airlangga, dr. Agus Harianto mengatakan, jumlah pasien yang dilayani di setiap lokasi diperkirakan terus bertambah seiring tingginya kebutuhan masyarakat.


"Target kami sendiri menyiapkan untuk satu pulau minimal 100 pasien. Tapi pasien secara total hingga akhir program biasanya sampai ribuan," kata Direktur RSK Ksatria Airlangga dr. Agus Harianto saat pemberangkatan di Pelabuhan Kalimas Surabaya, Minggu (12/7/2026).


Menurut Agus, tingginya angka kunjungan bukan hanya berasal dari warga di pulau tujuan, melainkan juga masyarakat dari pulau-pulau sekitar yang datang ketika rumah sakit terapung tersebut bersandar.


Dalam misi tahun ini, tim medis juga menargetkan sekitar lima operasi besar setiap hari di masing-masing pulau. Sementara tindakan operasi ringan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien dan rekomendasi dari fasilitas kesehatan setempat.

Baca juga: Perahu Karam di Pragaan, Nelayan Lansia Sumenep Meninggal saat Pasang Jaring


Untuk menunjang pelayanan tersebut, RSK Ksatria Airlangga mengerahkan 37 personel yang terdiri atas tujuh dokter spesialis, 12 dokter umum, serta tenaga kesehatan lainnya. Kapal juga dilengkapi dua ruang operasi, fasilitas laboratorium, hingga layanan radiologi.


Dokter spesialis yang diterjunkan berasal dari berbagai bidang, di antaranya bedah, penyakit dalam, anak, mata, gigi, serta obstetri dan ginekologi. Dengan dukungan itu, berbagai tindakan medis hingga operasi dapat dilakukan langsung di atas kapal.


Program Bakti RSKKA 2026 turut memperoleh dukungan dari Direct Aid Program (DAP) Pemerintah Australia yang dikelola Department of Foreign Affairs and Trade. Bantuan tersebut digunakan untuk penyediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, paket skrining kesehatan, hingga pelaksanaan pelatihan.


Selain itu, BPJS Kesehatan juga berperan dalam memperkuat layanan kesehatan primer dan sistem rujukan, termasuk mendukung mekanisme klaim pelayanan di wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai agar pelayanan tetap berlanjut setelah program selesai.

Baca juga: Diduga Dipicu Pembakaran Sampah, Tiga Rumah di Sumenep Hangus Dilalap Api


Sejak beroperasi pada 2017, RSK Ksatria Airlangga telah membantu sekitar 100 proses persalinan melalui operasi sesar. Capaian tersebut menjadi salah satu bukti kontribusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.


Agus menegaskan, tantangan terbesar justru dirasakan masyarakat kepulauan yang harus berjuang mendapatkan layanan kesehatan.


"Yang harus ditanyakan itu perjuangan masyarakat, bukan perjuangan kami. Ada pasien dengan tulang tibia yang sudah tampak selama tiga tahun karena tidak bisa diobati. Bagi kami operasi amputasi itu hal biasa, tapi bagi masyarakat sana itu sangat berarti," tuturnya.

Editor : Ratno

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru