Khofifah Saksikan Muslimat NU Riau Deklarasikan 9 Imbauan Perdamaian Dunia untuk PBB

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyaksikan langsung Deklarasi Perdamaian yang memuat 9 imbauan tegas kepada PBB untuk menghentikan perang global.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, menyaksikan langsung pembacaan Deklarasi Perdamaian oleh Pengurus Wilayah (PW) Muslimat NU Provinsi Riau. Deklarasi tersebut memuat sembilan poin imbauan tegas yang ditujukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan berbagai konflik bersenjata dan perang di dunia, serta mewujudkan perdamaian global yang berkeadilan.

Aksi solidaritas kemanusiaan dunia ini disuarakan dalam rangkaian puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat NU yang diselenggarakan di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah, Pekanbaru, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Gubernur Khofifah Pimpin Langsung Misi Dagang Jatim–Riau, Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp1 Triliun Lebih

Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya deklarasi dari bumi Melayu tersebut. Menurutnya, seruan ini menjadi bukti konkret bahwa organisasi perempuan terbesar di Indonesia ini tidak pernah absen dalam merespons isu kemanusiaan global dan konsisten membangun budaya damai di tingkat internasional.

“Muslimat NU akan senantiasa berjuang menyerukan perdamaian di muka bumi. Salah satunya melalui seruan ke PBB agar seluruh pihak yang berkonflik wajib menjaga anak-anak, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, keselamatan jurnalis, dan yang paling utama adalah menjaga eksistensi kemanusiaan itu sendiri,” tegas Khofifah.

Mantan Gubernur Jawa Timur itu menilai, militansi serta kekuatan gerakan sosial-spiritual yang dimiliki Muslimat NU dari tingkat ranting (desa) hingga nasional, menjadi modal besar dalam menjaga persatuan bangsa sekaligus menghadirkan kemaslahatan umat.

Baca juga: Khofifah dan Pangdam V Brawijaya Resmikan Karya Bakti TNI di Madura, Bangun Jembatan hingga Renovasi Ratusan RTLH

Lebih dari sekadar gerakan moral, Khofifah memaparkan sejumlah lompatan strategis yang tengah dikembangkan Muslimat NU dalam menghadapi tantangan zaman. Salah satunya adalah pembentukan Asosiasi Profesor Muslimat NU, sebuah wadah para akademisi perempuan lintas disiplin ilmu.

“Di dunia ini, organisasi perempuan yang memiliki Asosiasi Profesor perempuan terorganisir, insyaallah baru Muslimat NU. Kita berharap para guru besar ini dapat memperluas kontribusinya sebagai ladang amal pencerdasan kehidupan bangsa,” terangnya.

Selain di bidang akademik, Muslimat NU kini fokus memperkuat advokasi di akar rumput melalui pembentukan paralegal guna memberikan layanan konsultasi dan pendampingan hukum non-litigasi bagi masyarakat miskin atau rentan.

Baca juga: Tembus Pasar Global, Gubernur Khofifah Lepas Ekspor 405 Ton Ikan Kaleng Banyuwangi

Tak berhenti di situ, organisasi ini juga tengah mempersiapkan kader-kader khusus sebagai peace maker (juru damai) di tengah masyarakat. Peran ini diproyeksikan sebagai problem solver yang mampu mengurai dan meredam berbagai gesekan sosial di tingkat lokal.

“Dengan modal kekuatan organisasi yang well-organized, penguatan SDM yang terukur, serta keikhlasan pengabdian yang terus dijaga, Muslimat NU akan terus hadir memberikan manfaat nyata dalam menjaga perdamaian, persatuan, dan kemajuan bangsa,” pungkas Khofifah.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru