KLIKJATIM.Com | Gresik – Suara dentuman misterius yang terdengar di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik kembali membuat warga resah. Dentuman dilaporkan terdengar pada Rabu (8/7) sekitar pukul 19.30–20.00 WIB. Hingga saat ini, sumber suara tersebut masih belum diketahui.
Salah seorang warga, Ida Susiana, ibu rumah tangga asal Desa Ngargosari, Kecamatan Kebomas, mengaku suara dentuman telah terdengar selama tiga hari berturut-turut.
Baca juga: Wabup Gresik Lepas 200 Mahasiswa KKN Universitas Gresik, Diminta Beri Solusi Nyata untuk Desa
"Tiba-tiba terdengar 'Dumm... Dumm... Dumm...' sampai tiga kali di hari pertama. Kemudian hari ini malah sembilan kali," ujar Ida.
Menurutnya, suara dentuman terdengar pada rentang pukul 19.00 hingga 19.30 WIB dan cukup keras sehingga membuat sejumlah warga keluar rumah untuk mencari tahu asal bunyi tersebut. Namun, tidak ditemukan adanya aktivitas maupun kejadian yang diduga menjadi sumber dentuman.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BMKG Juanda dan BPBD Provinsi Jawa Timur.
Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Sukardi, mengatakan bahwa berdasarkan hasil koordinasi sementara, hingga kini belum ditemukan indikasi maupun penyebab yang dapat menjelaskan asal suara dentuman tersebut.
"Pemerintah Kabupaten Gresik terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian ini. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi," ujar Sukardi.
Ia menambahkan, BMKG Juanda maupun BPBD Provinsi Jawa Timur juga belum memperoleh temuan yang mengarah pada sumber suara dimaksud.
Baca juga: Kabur hingga Bali, Dua Pembobol Rumah dan Bengkel di Gresik Ditangkap Polisi
Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi pemerintah apabila telah diperoleh hasil investigasi maupun keterangan dari instansi yang berwenang.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Editor : Wahyudi