PetroNite Fest Jadi Ajang Promosi UMKM Binaan, Produk Desa di Gresik Makin Dikenal Pasar

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pengunjung memadati stan Kelurahan Sukorame yang menghadirkan minuman markisa dan kerupuk bayam Brazil sebagai produk unggulan pada PetroNite Fest 2026. (Dok/Petrokimia Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – PetroNite Fest 2026 tidak hanya menjadi rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi produk-produk unggulan desa dan kelurahan di sekitar perusahaan. Melalui kegiatan tersebut, berbagai pelaku UMKM binaan memperoleh kesempatan memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Sedikitnya delapan desa dan kelurahan binaan menampilkan beragam produk khas, mulai dari minuman herbal, makanan olahan hingga aneka pangan berbahan baku hasil budidaya masyarakat. Kehadiran produk-produk tersebut menarik perhatian ribuan pengunjung yang memadati kawasan Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma, Gresik.

Baca juga: Petronite Fest 2026 Jadi Pengungkit Ekonomi UMKM, Perputaran Uang Diproyeksi Lebih dari Rp10 Miliar

Salah satu yang mencuri perhatian berasal dari Kelurahan Sukorame. Warga memamerkan minuman markisa dan kerupuk bayam Brazil yang diolah dari hasil budidaya masyarakat setempat.

Anggota tim stan Kelurahan Sukorame, Retno Istanti, mengatakan produk tersebut lahir dari potensi lokal yang selama ini dikembangkan secara gotong royong oleh warga.

"Di Sukorame ada Kampung Markisa. Tanaman ini dibudidayakan oleh warga kami sendiri. Selain itu, hampir setiap rumah juga menanam bayam Brazil. Kedua komoditas itu kemudian kami olah menjadi produk unggulan kelurahan," ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Tanti itu, keikutsertaan dalam PetroNite Fest memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha masyarakat. Jika sebelumnya pemasaran hanya mengandalkan media sosial dan penjualan dari rumah, kini produk Sukorame semakin dikenal dan permintaan terus meningkat.

"Kalau dulu kami hanya promosi lewat WhatsApp, sekarang karena sering mengikuti pameran seperti ini produk kami semakin dikenal. Saat Lebaran, penjualan minuman markisa bahkan bisa mencapai sekitar 100 boks," katanya.

Ia menambahkan, perkembangan tersebut tidak lepas dari pendampingan Petrokimia Gresik melalui Program Lontar (Kelompok Jajanan Masyarakat Sekitar). Selain membantu proses produksi, perusahaan juga memberikan pendampingan pemasaran sehingga produk warga dapat dipasarkan di Swalayan Koperasi Konsumen Karyawan Keluarga Besar Petrokimia Gresik (K3PG).

Keberhasilan serupa juga dirasakan Kelurahan Karangturi. Berbekal pendampingan perusahaan, warga berhasil mengembangkan jahe merah menjadi minuman instan berbentuk bubuk yang kini dipasarkan dalam kemasan sachet maupun botol.

Yuanita Fitri Agustin, anggota tim stan Karangturi, mengatakan seluruh proses pengembangan usaha diawali dari bantuan bibit hingga pendampingan budidaya dan pengolahan produk.

"Kami mendapatkan bibit jahe merah dari Petrokimia Gresik, kemudian dibimbing mulai dari budidaya hingga mengolahnya menjadi minuman bubuk. Sekarang produk ini menjadi salah satu unggulan kami," ujarnya.

Selain minuman herbal, stan Karangturi juga menawarkan lontong Ubus, kuliner khas Gresik yang menjadi favorit pengunjung. Selama penyelenggaraan PetroNite Fest, sekitar 40 kotak lontong Ubus terjual habis setiap hari.

PetroNite Fest 2026 diikuti ratusan tenant, terdiri atas pedagang kaki lima, stan outdoor dan indoor, serta puluhan UMKM mitra binaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Petrokimia Gresik. Delapan di antaranya berasal dari desa dan kelurahan di sekitar perusahaan, yakni Karangpoh, Karangturi, Roomo, Sukorame, Kroman, Lumpur, Ngipik, dan Tlogopojok.

Melalui kegiatan tersebut, Petrokimia Gresik berupaya memperluas akses promosi bagi produk unggulan masyarakat sehingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas, berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan, dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru