BPS Sumenep Sensus 187 Ribu Usaha, Peta Ekonomi Daerah Dirombak

Reporter : Hendra
SEREMONI: Foto bersama Kepala BPS Sumenep beserta jajaran Forkopimda di Pendopo Agung Keraton Sumenep dalam kegiatan sinergi bertajuk "Membangun Ekonomi", Senin (29/6/2026). (Foto: Doc. Istimewa)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep, Madura, mulai memetakan kembali kondisi ekonomi daerah melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan maraton yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 ini akan menjadi landasan utama dalam penyusunan potret terbaru struktur ekonomi di wilayah paling timur Pulau Madura tersebut.

Sensus Ekonomi sendiri merupakan agenda nasional yang digelar setiap satu dekade sekali, tepat pada tahun yang berakhiran angka enam. Pada tahun 2026 ini, sensus memasuki pelaksanaan kelima dengan cakupan yang jauh lebih luas dan adaptif dibanding periode-periode sebelumnya.

Baca juga: Harga BBM Nonsubsidi Turun, Antrean di SPBU Sumenep Tetap Mengular

Tidak hanya menyasar aktivitas usaha berskala besar, sensus kali ini juga mencakup sektor pertanian, usaha mikro rumah tangga, hingga bisnis berbasis digital (e-commerce) yang pertumbuhannya kian masif.

Kepala BPS Kabupaten Sumenep, Handoyo Wijoyo, menegaskan bahwa pembaruan data mutlak diperlukan. Mengingat, dinamika dan lanskap perekonomian daerah telah mengalami perubahan yang sangat drastis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

“Perubahan ekonomi 10 tahun terakhir menjadi penting untuk ditata dan dicatat ulang,” ujar Handoyo Wijoyo, Minggu (5/7/2026).

Baca juga: Pertama di Lamongan, Ratusan Warga Ikuti Jalan Santai Bersama Hewan Kesayangan

Handoyo menjelaskan, akselerasi teknologi informasi satu dekade ke belakang telah melahirkan berbagai model bisnis baru yang kini menjadi objek krusial dalam pendataan. Salah satunya adalah menjamurnya pelaku usaha berbasis daring (online) yang pada sensus periode sebelumnya belum masuk dalam cakupan instrumen pendataan.

“Pendataannya menyeluruh. Selain usaha formal, kami juga akan menyasar usaha oleh rumah tangga atau kepala keluarga, termasuk usaha online,” tandasnya.

Hingga saat ini, struktur perekonomian di Kabupaten Sumenep tercatat masih didominasi oleh tiga sektor utama, yakni sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, serta sektor perdagangan dengan kontribusi mencapai 36 persen. Kendati demikian, Handoyo mencatat ada pergeseran menarik di mana sektor jasa mulai menunjukkan tren pertumbuhan yang cukup pesat dalam sepuluh tahun terakhir.

Baca juga: Kebun Semangka di Dasuk Sumenep Disulap Jadi Wisata Petik, Penjualan Tembus Satu Ton

Nantinya, hasil final dari pendataan makro ini akan dipublikasikan secara resmi dan diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi serta rujukan utama dalam menyusun arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah ke depan. Selain memetakan struktur ekonomi, output dari Sensus Ekonomi 2026 ini juga akan digunakan untuk menyusun direktori usaha terlengkap di Kabupaten Sumenep.

Sebagai informasi, cakupan geografis dan demografis pelaksanaan sensus di Kabupaten Sumenep terbilang sangat luas karena mencakup wilayah daratan dan kepulauan. Total objek pendataan menyelimuti seluruh wilayah administrasi yang terdiri atas 27 kecamatan, 334 desa, 408.561 keluarga, serta sedikitnya 187.293 unit usaha.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru