KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi menutup Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (2/7/2026).
Dalam arahannya, Khofifah menekankan bahwa kepemimpinan yang adaptif dan inovatif merupakan kunci utama dalam mendongkrak kinerja organisasi serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut Embarkasi Bandara Dhoho Kediri Siap Beroperasi pada 1448 H/2027 Mendatang
Di hadapan 60 peserta yang berasal dari berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah di Indonesia, Khofifah mengingatkan bahwa tantangan birokrasi saat ini sangat kompleks akibat ketidakpastian global dan pesatnya perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pemimpin birokrasi tidak boleh sekadar menjalankan administrasi pemerintahan secara monoton.
"Keberhasilan birokrasi bukan diukur dari banyaknya regulasi yang diterbitkan, tetapi dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, berkualitas, transparan, dan berkeadilan," tegas Khofifah.
Ia juga menggarisbawahi bahwa tolok ukur utama keberhasilan keikutsertaan para peserta dalam PKN II ini adalah dampak nyata setelah mereka kembali ke instansi masing-masing. Proyek perubahan yang telah disusun selama empat bulan masa pembelajaran dengan metode blended learning harus benar-benar dieksekusi, bukan sekadar menjadi pemenuhan tugas akademis.
"Kita berharap proyek perubahan yang telah dipresentasikan benar-benar dilaksanakan setelah peserta kembali ke institusinya. Menurut saya, mahkota PKN II adalah ketika proyek perubahan itu benar-benar diimplementasikan," ujarnya.
Baca juga: Bukan Cuma Helm, MPM Honda Jatim Ungkap Posisi Berkendara Jadi Kunci Utama Keselamatan
Komitmen implementasi ini, lanjut Khofifah, dibuktikan langsung di lingkungan Pemprov Jatim, di mana sejumlah kepala perangkat daerah alumni PKN II sukses menerapkan proyek perubahan mereka untuk mendongkrak efektivitas organisasi. Langkah nyata tersebut bahkan membawa Jawa Timur mencatat berbagai capaian strategis.
Pada Triwulan I-2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh impresif sebesar 5,96 persen (year on year), melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,39 persen. Selain mempertahankan posisi sebagai produsen padi terbesar nasional dan menekan Tingkat Pengangguran Terbuka hingga 3,55 persen per Februari 2026, Pemprov Jatim juga terus memperkuat transformasi digital lewat inovasi layanan seperti TRANS JATIM AJAIB 2.0, JOSS GANDOS, dan MAJADIGI.
Penyelenggaraan PKN II kali ini mengusung tema "Kepemimpinan Adaptif Berbasis Empati untuk Mendukung Penguatan Tata Kelola Pelayanan Publik sebagai Fondasi Resiliensi Nasional". Khofifah menilai tema ini sangat relevan untuk membangun fondasi ketahanan bangsa melalui pelayanan publik yang tangguh, terutama saat menghadapi krisis.
Baca juga: Gempur Peredaran Gelap, Polres Bojonegoro Ungkap 34 Kasus Narkoba dalam Enam Bulan
Di akhir sambutannya, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI yang terus memercayakan BPSDM Jatim sebagai tempat penggodokan pemimpin nasional. Ia berharap seluruh ilmu, pengalaman visitasi, dan jejaring yang terbentuk dapat menjadi modal berharga bagi para peserta.
"Jadilah pemimpin yang mampu mendengar sebelum memutuskan, merangkul sebelum memerintah, membangun kolaborasi sebelum mengandalkan kewenangan, serta menghadirkan kebijakan yang adaptif, inovatif, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat," pungkas Khofifah.
Editor : Fatih