KLIKJATIM.Com | Gresik – Wajah permukiman di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, mulai berubah melalui program penanganan kawasan kumuh yang melibatkan pemerintah, sektor swasta, dan lembaga kemanusiaan. Program tersebut tidak hanya menghadirkan rumah layak huni, tetapi juga melengkapi kawasan dengan berbagai infrastruktur dasar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, penataan kawasan dilakukan melalui Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) dengan pendekatan menyeluruh. Pembangunan tidak berhenti pada penyediaan rumah, melainkan juga mencakup jalan lingkungan, drainase, jaringan air minum, sanitasi, hingga pengelolaan sampah.
Baca juga: Pemkab Gresik Diminta Percepat Sertifikasi Aset untuk Cegah Penguasaan oleh Pihak Lain
Menurut Washil, kawasan pesisir Campurejo dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas karena masih menghadapi berbagai persoalan permukiman. Melalui program tersebut, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Selama pelaksanaan program, tercatat sebanyak 102 unit rumah baru dibangun dan 43 rumah tidak layak huni direhabilitasi. Selain itu, pemerintah juga membangun lebih dari empat kilometer jalan lingkungan, hampir 5,5 kilometer drainase, menyediakan satu unit tandon air dengan 209 sambungan rumah, tujuh instalasi pengolahan air limbah (IPAL) komunal, 339 sambungan sanitasi rumah, serta satu unit Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Dalam pelaksanaannya, program tersebut turut diperkuat melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Sebanyak 21 rumah layak huni dibangun melalui dukungan Pakuwon Group bersama Yayasan Habitat Kemanusiaan Indonesia sebagai bagian dari kontribusi sosial untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak.
Baca juga: Bupati Yani dan Wamen Transmigrasi Viva Lepas Ekspor Rajungan Gresik
Washil menilai sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga sosial menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kawasan kumuh. Menurutnya, rumah yang layak bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi fondasi bagi terciptanya keluarga yang sehat, produktif, dan memiliki masa depan yang lebih baik.
Dampak program tersebut dirasakan langsung oleh warga penerima manfaat. Salah satunya Zaki (38), yang mengaku kini dapat menempati rumah sendiri setelah sebelumnya bertahun-tahun tinggal bersama orang tuanya karena keterbatasan ekonomi.
Baca juga: 88 Persen Warga Gresik Tinggal di Desa, Wabup Minta Program Pembangunan Diselaraskan
Ia mengatakan kehadiran rumah baru memberikan harapan sekaligus kenyamanan bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.
Program penataan permukiman terpadu di Campurejo diharapkan menjadi contoh keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Gresik.
Editor : Abdul Aziz Qomar