KLIKJATIM.Com | Lamongan -Pemerintah Kabupaten Lamongan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan melalui gerakan tanam cabai dan tomat secara serentak di 27 kecamatan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menjaga stabilitas pasokan komoditas hortikultura.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mencanangkan Gerakan Serentak di Pekarangan Tanam Cabai dan Tomat (GAS PAK CAMAT) di Sekolah Dasar Negeri Tejoasri, Kecamatan Laren, Senin, mengatakan gerakan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga secara mandiri serta mendukung pengendalian inflasi daerah.
Baca juga: Sesi Offline Megpreneur 2026 Lamongan Berakhir, Inkubasikan Inovasi Bisnis hingga Agripreneur
"Melalui pemanfaatan pekarangan rumah, kebutuhan cabai dan tomat dapat dipenuhi secara mandiri, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pasar, sekaligus memberi nilai tambah ekonomi bagi keluarga," katanya.
Ia menjelaskan, komoditas cabai menjadi penyumbang inflasi pangan di Lamongan selama periode Mei-Juni 2026 berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian setempat. Karena itu, pemerintah daerah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan sebagai ruang produksi pangan rumah tangga.
Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026
Menurut dia, gerakan tersebut juga diharapkan membangun kebiasaan masyarakat mengelola pekarangan secara produktif sehingga ketahanan pangan keluarga semakin kuat dan pasokan komoditas hortikultura lebih terjaga.
Sebelum peluncuran program, Pemkab Lamongan pada 25-26 Juni 2026 telah menyalurkan masing-masing 1.890 bibit cabai rawit, 1.890 bibit cabai besar, dan 1.890 bibit tomat kepada 27 kecamatan. Setiap kecamatan menerima 210 bibit untuk mendukung pelaksanaan gerakan tanam secara serentak.
Baca juga: Wisuda SELANTANG 2026, 208 Lansia di Lamongan Siap Jadi Pribadi Sehat dan Berdaya
Program GAS PAK CAMAT dilaksanakan serentak di seluruh kecamatan melalui sambungan daring yang dipimpin Bupati Yuhronur Efendi dari Kecamatan Laren sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga sekaligus menjaga stabilitas harga pangan di daerah.
Editor : Wahyudi