Tim Reog Kyai Lodra Sapu Bersih Festival Nasional, Pemprov Jatim Perkuat Regenerasi Seniman

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Gubernur Khofifah menyerahkan apresiasi kepada Tim Kesenian Reog Kyai Lodra Jawa Timur. (Dok)

KLIKJATIM.COM | Surabaya – Dominasi Tim Kesenian Reog Kyai Lodra pada ajang Festival Nasional Reog Ponorogo XXXI mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Usai sukses merebut gelar juara umum sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Presiden RI, para seniman Reog tersebut mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Selain menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan Rp40 juta kepada Tim Kyai Lodra, Pemprov Jatim juga memberikan piagam serta uang apresiasi masing-masing Rp1 juta kepada 77 anggota tim sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang diraih.

Baca juga: Bobol 26 Kota Amal Masjid, Polres Ponorogo Ciduk Pelakunya

Khofifah menilai kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kesenian tradisional Jawa Timur tetap mampu bersaing dan berkembang di tengah perubahan zaman. Menurutnya, keberhasilan itu sekaligus memperlihatkan bahwa Reog Ponorogo masih memiliki daya tarik kuat tanpa kehilangan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

"Keberhasilan Tim Kesenian Kyai Lodra menjadi bukti nyata kesenian tradisi Jawa Timur tetap memiliki daya tarik, relevansi, dan kualitas terbaik di tengah dinamika zaman. Tradisi bukan sesuatu yang statis, melainkan terus bertransformasi tanpa kehilangan nilai-nilai luhur yang menjadi ruhnya," ujarnya.

Ia menegaskan, Reog Ponorogo merupakan identitas budaya Jawa Timur yang mengandung nilai keberanian, gotong royong, kreativitas, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Karena itu, pelestarian seni tersebut harus diiringi dengan pembinaan berkelanjutan dan regenerasi pelaku seni.

Menurut Khofifah, tantangan terbesar pelestarian budaya saat ini bukan hanya menjaga tradisi, tetapi juga memastikan generasi muda memiliki ruang untuk berkreasi sehingga kesenian tradisional tetap relevan di tengah perkembangan teknologi dan globalisasi.

Baca juga: Kejari Ponorogo Terima Pengembalian Korupsi Aset Desa Jenangan Sebesar Rp 349 Juta

"Pelestarian budaya tidak cukup dilakukan melalui upaya menjaga warisan yang telah ada. Kita juga harus membuka ruang yang luas bagi kreativitas, inovasi, dan regenerasi agar budaya tetap relevan, dicintai, dan mampu menjawab tantangan zaman," katanya.

Ia juga mengajak pemerintah, komunitas budaya, akademisi, hingga masyarakat memperkuat ekosistem kebudayaan agar budaya tidak hanya menjadi warisan, tetapi juga mampu mendorong sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua Tim Kesenian Kyai Lodra, Joko Winarko, mengatakan keberhasilan timnya merupakan hasil kerja keras seluruh anggota serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Kabupaten Ponorogo Hentikan MBG Selama Libur Sekolah

Selain menjadi juara umum, Tim Kyai Lodra juga memborong penghargaan sebagai Penyaji Terbaik, Penata Musik Terbaik, dan Penata Tari Terbaik.

"Alhamdulillah kami berhasil meraih juara umum sekaligus memperoleh penghargaan penyaji terbaik, penata musik terbaik, dan penata tari terbaik. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim peserta dan juga dukungan dari berbagai pihak," ujar Joko.

Ia berharap capaian tersebut menjadi penyemangat bagi para seniman dan generasi muda untuk terus mengembangkan Reog Ponorogo sebagai warisan budaya yang mampu dikenal lebih luas di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru