580 UMKM Tumbuh Bersama Rumah BUMN Rembang, Transaksi Tembus Rp6,9 Miliar

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pemilik usaha Batik Sekar Mulyo, Bella Ayu Paramitha di workshop Batik Sekar Mulyo, Kampung Batik Babagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. (Dok/SIG for Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Rembang – Program pendampingan usaha yang dijalankan Rumah BUMN (RB) Rembang menunjukkan dampak signifikan terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Rembang. Sejak beroperasi pada 2020, program tersebut telah mendampingi 580 UMKM dengan total nilai transaksi mencapai Rp6,9 miliar dan menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal.

Capaian tersebut menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat berbasis usaha kecil di daerah. Selain membantu meningkatkan kapasitas usaha, program pendampingan juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.

Baca juga: SIG Salurkan 292 Hewan Kurban untuk Masyarakat di 19 Provinsi pada Iduladha 1447 H

Rumah BUMN Rembang yang dikelola PT Semen Gresik, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), memberikan berbagai bentuk pendampingan mulai dari peningkatan kualitas produk, standardisasi usaha, digitalisasi pemasaran, penguatan merek, hingga strategi pengembangan bisnis.

Hingga 2025, tercatat sebanyak 203 program pelatihan telah digelar untuk mendukung pengembangan UMKM agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin kompetitif. Pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan guna memperkuat daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses pemasaran.

Salah satu pelaku usaha yang merasakan manfaat program tersebut adalah Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang. Berkat pembinaan yang diterima, usahanya berkembang pesat dengan omzet yang kini mencapai sekitar Rp100 juta per bulan.

Baca juga: SIG Raih 5 Green Label Platinum, Tegaskan Dominasi Semen Ramah Lingkungan

Tidak hanya meningkatkan pendapatan usaha, perkembangan bisnis tersebut juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Puluhan tenaga kerja tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang kini terlibat dalam proses produksi batik yang dijalankan Bella.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pengembangan UMKM menjadi bagian penting dari upaya menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus penyedia lapangan kerja. Karena itu, berbagai program pemberdayaan terus dilakukan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan daya saing dan memperluas peluang usaha.

Baca juga: Transformasi Hijau SIG: Dari Limbah Jadi Energi hingga Reklamasi Pascatambang

Selain berfungsi sebagai pusat pelatihan, Rumah BUMN Rembang juga berkembang menjadi wadah kolaborasi yang menghubungkan pelaku usaha dengan berbagai peluang pemasaran dan jejaring bisnis. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Dengan capaian yang telah diraih selama lima tahun terakhir, Rumah BUMN Rembang kini menjadi salah satu contoh pengembangan UMKM berbasis kolaborasi yang mampu mendorong lahirnya usaha-usaha lokal yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru