KLIKJATIM.Com | Sumenep – Dua pelajar asal wilayah kepulauan terluar di Kabupaten Sumenep, Madura, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Mereka berhasil meloloskan diri dalam program Global Future Leaders Network (GFLN) 2026, sebuah ajang bergengsi pengembangan kepemimpinan yang menjaring generasi muda potensial dari seluruh penjuru Indonesia.
Kedua siswa berprestasi tersebut adalah Agam Satriya Naraendra dan Radif Gibran Hamzah Prawira. Keduanya merupakan siswa kelas XI SMAN 1 Sapeken yang sukses melewati ketatnya saringan seleksi hingga berhak terbang ke ibu kota negara, Jakarta.
Baca juga: Kejari Sumenep Siapkan Pemeriksaan Dua Anggota DPR dalam Kasus Korupsi BSPS
Pencapaian ini menjadi catatan emas sekaligus pemantik kebanggaan bagi dunia pendidikan di kawasan kepulauan. Seperti diketahui, pelajar di wilayah kepulauan terpencil masih dihadapkan pada tantangan pelik, mulai dari keterbatasan akses informasi, minimnya infrastruktur teknologi, hingga kendala geografis yang sangat jauh dari pusat pengembangan SDM.
Keberhasilan Agam dan Radif merupakan buah dari sinergi dan kolaborasi taktis antara pihak sekolah dengan SKK Migas-KKKS Kangean Energy Indonesia (KEI) dalam memfasilitasi serta melejitkan kapasitas para pelajar pulau. Dari total lima siswa yang mengikuti penjaringan awal di tingkat daerah, hanya dua pemuda tangguh ini yang berhasil menembus fase nasional.
Program GFLN dirancang secara kompetitif untuk membentuk karakter pemimpin muda yang adaptif, berwawasan global, serta tanggap terhadap dinamika masa depan. Selama enam hari penuh, mulai 15 hingga 20 Juni 2026, para peserta digembleng dengan berbagai materi esensial di Jakarta.
Agenda intensif tersebut meliputi pelatihan kepemimpinan, diskusi kelompok terpumpun, hingga kunjungan strategis ke sejumlah lembaga penting seperti Kantor SKK Migas, Museum Nasional, Universitas Indonesia (UI), serta fasilitas pengelolaan lingkungan modern.
Agam Satriya Naraendra mengaku, kesempatan ini bak mimpi yang menjadi kenyataan sekaligus pengalaman luar biasa yang belum tentu bisa dirasakan oleh anak-anak pulau lainnya.
Baca juga: Buka Pintu Bagi Warga Sekitar, Daycare Petrokimia Gresik Raih Apresiasi dari Menteri PPPA
"Saya senang sekali bisa ke Jakarta melalui program GFLN ini. Perjalanan kami cukup menantang dan panjang, mulai dari Pulau Sapeken ke Pagerungan Besar, lalu terbang ke Surabaya hingga lanjut ke Jakarta. Saat tiba, pemandangan gedung-gedung pencakar langit sangat menginspirasi kami," ungkap Agam dengan mata berbinar, Kamis (25/6/2026).
Sebelum bertolak ke Jakarta, kedua delegasi Sumenep ini terlebih dahulu dibekali dengan program AFS Global Competence Certification yang berjalan selama empat sesi. Pada fase prapemberangkatan ini, mereka dicekoki materi seputar toleransi keberagaman budaya, peran warga dunia (global citizenship), hingga fondasi dasar kepemimpinan.
Bagi Agam, pola diklat yang diterapkan sepanjang program GFLN sangat berbeda dan jauh lebih dinamis dibandingkan atmosfir belajar yang biasa ia temui di ruang kelas sekolah sehari-hari.
"Banyak pelajaran berharga yang kami dapatkan, mulai dari cara kerja tim, riset masalah, perencanaan proyek, hingga manajemen sampah. Semua dikemas dengan cara yang menyenangkan seperti kuis, outing, dan mini games interaktif," tuturnya.
Baca juga: Antrean Pertalite Mengular di Sumenep, Bupati Fauzi Minta Warga Kurangi Perjalanan Tak Mendesak
Lebih dari sekadar memburu ilmu baru, momentum ini ia jadikan sebagai ajang refleksi diri untuk mengukur kapasitas personal guna mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang lebih kokoh. Di balik kegigihannya di Jakarta, Agam menyebut dukungan moral serta untaian doa dari orang tua di kampung halaman menjadi bahan bakar penyemangat utamanya.
"Orang tua selalu menanyakan kabar lewat telepon, bahkan setiap pagi selalu bertanya kegiatan hari itu berlangsung seperti apa," pungkasnya penuh haru.
Lewat keberhasilan dua putra daerah Sapeken ini, diharapkan mampu melecut motivasi bagi ribuan pelajar kepulauan lainnya di Madura bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk bersaing dan bersinar di panggung nasional.
Editor : Fatih