KLIKJATIM.Com | Bondowoso - Kebakaran menghanguskan tiga unit rumah warga di Desa Kemirian, Kecamatan Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Senin (22/6/2026) malam. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 18.40 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta.
Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Martanto, mengatakan petugas langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Namun saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar dan menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar titik awal kebakaran.
Baca juga: Bakar Sandal Saat Listrik Padam Bergilir, Rumah Lansia di Bojonegoro Ludes Terbakar
"Total ada tiga rumah yang hangus terbakar," kata Martanto, Selasa (23/6/2026).
Rumah pertama yang terbakar diketahui milik Tuama (75). Saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di dalam rumah sehingga tidak mengetahui secara langsung awal munculnya api.
Berdasarkan keterangan warga, sebelum kebakaran terjadi sempat terdengar suara ledakan dari dalam rumah korban. Tak lama kemudian api muncul dari bagian tengah bangunan dan dengan cepat membesar.
Kondisi rumah yang berdekatan membuat kobaran api mudah merembet ke bangunan di sisi kanan dan kiri rumah korban. Warga yang mengetahui kejadian itu segera berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas datang.
Baca juga: Dampak Pemadaman Bergilir, Rumah Warga Probolinggo Dilahap Si Jago Merah
Petugas Damkar bersama warga kemudian melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan.
Menurut Martanto, hasil pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan korsleting listrik sebagai pemicu kebakaran. Meski demikian, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
"Dugaan sementara karena korsleting listrik," ujarnya.
Baca juga: Eks Kantor Cabang Dinas Pendidikan Bondowoso Terbakar
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, tiga rumah mengalami kerusakan parah akibat terbakar dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp100 juta.
"Warga langsung menghubungi Damkar, sementara sebagian lainnya bergotong royong melakukan pemadaman awal," pungkas Martanto.
Editor : Wahyudi