Refleksi Haul Bung Karno ke-56: Indonesia Butuh Pemimpin Visioner dan Berkeadilan Sosial

Reporter : Iman
Refleksi Haul Bung Karno ke-56 yang digelar di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur

KLIKJATIM.Com | Malang - Refleksi Haul Bung Karno ke-56 yang digelar di Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi ruang diskusi lintas generasi untuk membahas tantangan kepemimpinan Indonesia di masa depan.

Kegiatan ini dihadiri kader GMNI, akademisi, alumni organisasi, serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Selain mengenang warisan pemikiran Proklamator RI Ir. Soekarno, forum juga mengupas isu pembangunan sumber daya manusia, kualitas kepemimpinan nasional, hingga upaya mewujudkan keadilan sosial di tengah dinamika global.

Tokoh NU Sidoarjo, Mahmud Yunus, menegaskan bahwa generasi muda perlu mengambil peran lebih besar dalam berbagai sektor strategis guna menjawab tantangan bangsa yang semakin kompleks.

Menurutnya, kemajuan Indonesia tidak cukup hanya melalui kritik dan diskusi, tetapi membutuhkan kehadiran sumber daya manusia yang kompeten dan siap terlibat langsung dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan maupun sosial kemasyarakatan.

"Kader harus membangun kapasitas diri agar mampu hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat," kata Mahmud.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor antara organisasi kemasyarakatan, komunitas, perguruan tinggi, dan institusi publik sebagai modal menghadapi berbagai persoalan nasional.

Sementara itu, Pakar Hukum Agraria dan Pertanahan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Dr. Sri Setyadji, SH, M.Hum., mengangkat kembali konsep Sosialisme Indonesia yang pernah digagas Bung Karno.

Menurutnya, konsep tersebut berlandaskan nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan sosial yang menjadi ruh Pancasila. Nilai-nilai tersebut dinilai masih relevan untuk menjawab tantangan pembangunan nasional, termasuk persoalan kesenjangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan.

"Tujuan akhirnya adalah menghadirkan keadilan sosial yang dapat dirasakan seluruh rakyat," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua DPC GMNI Surabaya Raya, Ni Kadek Ayu Wardani, menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan nasional yang memiliki wawasan geopolitik, geoekonomi, dan geostrategi.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mampu berpikir jauh ke depan dan tidak hanya fokus menyelesaikan persoalan jangka pendek.

"Bangsa yang ingin maju membutuhkan pemimpin yang tidak hanya mampu menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga mampu mempersiapkan masa depan," tegas Kadek.

Ia menambahkan, budaya literasi, ruang diskusi yang sehat, serta keberanian bertukar gagasan harus terus diperkuat sebagai bagian dari proses melahirkan pemimpin berkualitas.

Melalui refleksi Haul Bung Karno ke-56 ini, peserta diajak tidak hanya mengenang sejarah perjuangan sang Proklamator, tetapi juga merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan masa depan. Kualitas kepemimpinan, kolaborasi lintas sektor, dan keberpihakan pada keadilan sosial dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga daya saing Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru