KLIKJATIM.Com | Sampang - Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, melantik dan mengukuhkan 49 Kepala Sekolah TK, SD, dan SMP dan menekankan pentingnya disiplin, integritas, serta pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang transparan dan akuntabel.
Menurut Bupati, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca juga: Berpusat di Sampang Madura, Presiden Prabowo Resmikan Jalan Inpres 1.151 Kilometer Se-Indonesia
“Jabatan ini harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan kedisiplinan bagi peserta didik. Jangan sampai murid dituntut disiplin, sementara gurunya sendiri tidak memberikan contoh yang baik,” tegasnya, Senin (22/6/2026).
Bupati Sampang juga menyoroti penggunaan Dana BOS yang harus dikelola secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada auditor, masyarakat maupun secara moral.
“Dana BOS adalah uang negara yang diperuntukkan bagi pendidikan. Gunakan sebaik-baiknya, jangan sampai ada kebocoran atau penyalahgunaan. Semua harus bisa dipertanggungjawabkan secara administrasi maupun moral,” ucapnya.
Ia meminta seluruh kepala sekolah memperkuat sistem manajemen sekolah guna mencegah terjadinya penyimpangan dan memastikan setiap program pendidikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Baca juga: Kasus Pembobolan Kredit BRI Sumenep Memanas, Mantan AO dan Pimpinan BRIGUNA Dilaporkan ke Polisi
Selain itu, Bupati menginstruksikan agar dilakukan pendataan dan verifikasi yang lebih akurat terkait jumlah guru dan siswa di setiap sekolah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari ketidaksesuaian data yang berpotensi menimbulkan persoalan dalam pengelolaan pendidikan.
Terkait aspirasi tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ingin memperoleh kesempatan menjadi kepala sekolah, Bupati menyatakan hal tersebut dapat dilakukan sepanjang memenuhi ketentuan dan mekanisme yang berlaku.
“Semua memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi regulasi. Yang terpenting adalah kompetensi, integritas, dan kemampuan memimpin lembaga pendidikan,” katanya.
Baca juga: Alokasi DBHCHT Rp4 Miliar, Disperta Sampang Fokus Pacu Pembibitan Tembakau Kualitas Unggul
Di tengah keterbatasan anggaran akibat berkurangnya transfer daerah dari pemerintah pusat, Bupati meminta seluruh jajaran pendidikan semakin cermat dalam mengelola keuangan dan mengutamakan program yang berdampak langsung terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Pelantikan dan pengukuhan kepala sekolah ini diharapkan menjadi momentum memperkuat tata kelola pendidikan di Kabupaten Sampang agar lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Editor : Wahyudi