KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan secara implisit bahwa penguatan instrumen ketahanan keluarga (family resilience) merupakan fondasi mutlak dalam mencetak generasi bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Sektor domestik rumah tangga yang adaptif dan saling menguatkan di tengah hantaman disrupsi zaman dinilai bakal menjadi penopang utama lahirnya sumber daya manusia yang tangguh sekaligus penggerak roda peradaban nasional yang kokoh.
Baca juga: Khofifah Pastikan KCL Singhasari Buka Prodi Digital Law dan Advanced Cyber Security pada 2027
Pernyataan strategis tersebut dipaparkan langsung oleh Gubernur Khofifah saat menghadiri agenda akbar Gala Premiere film layar lebar bertajuk Jangan Buang Ibu yang dilangsungkan di bioskop Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (18/6/2026).
Khofifah menilai, sinema hasil arahan sutradara kenamaan Hadrah Daeng Ratu ini tidak sekadar menyuguhkan dramaturgi yang menyentuh empati penonton, tetapi juga sukses menyuntikkan muatan pesan moral yang kuat mengenai urgensi menjaga keutuhan domestik, memuliakan posisi orang tua, serta menempatkan kasih sayang sebagai episentrum kehidupan.
Menurut Khofifah, family resilience mencerminkan fleksibilitas psikologis dan sosiologis sebuah keluarga untuk tetap bertahan, tegak berdiri, serta bangkit bersama saat diterpa badai krisis kehidupan. Nilai-nilai tersebut menjadi kian krusial dan relevan di tengah kompleksnya tantangan dinamika sosial yang membayangi masyarakat modern saat ini.
“Ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun peradaban bangsa dan peradaban dunia, dan melalui film ini bukan sekadar tontonan melainkan tuntunan bagi setiap keluarga yang ada di Indonesia. Keluarga yang memiliki ketahanan tidak mudah terpuruk saat menghadapi krisis, melainkan mampu menjadikan setiap tantangan sebagai proses pembelajaran untuk tumbuh semakin kuat,” urai Gubernur Khofifah di hadapan awak media dan pegiat sinema.
Guna memberikan gambaran nyata mengenai besarnya pengaruh relasi domestik terhadap kesuksesan anak, Khofifah mengangkat analogi kisah mega bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo, yang secara terbuka berulang kali mendedikasikan pencapaian kariernya untuk sang ibu.
Baca juga: Dongkrak Kompetensi SDM, Terminal Teluk Lamong Bidik Pelayanan Prima Lintas Lini Organisasi
Kerja keras dan pengorbanan ekstrem sang ibu di masa lalu menjadi jangkar utama yang melambungkan pemain Timnas Portugal tersebut ke puncak tertinggi olahraga global. Kisah tersebut dinilai menjadi referensi ketawadhu'an anak yang sangat kontekstual bagi keluarga di Indonesia.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Pemprov Jatim ini mengingatkan bahwa ketahanan keluarga tidak boleh bertumpu pada pundak seorang ibu semata. Peran aktif, kehadiran psikologis, serta keterlibatan emosional seorang ayah dalam linimasa tumbuh kembang anak memegang porsi yang sama besarnya.
Pola keseimbangan ini sejalan dengan spirit Hari Keluarga Nasional (Harganas) Jawa Timur 2026 yang mengusung jargon "Ayah Hadir Keluarga Harmonis untuk Mewujudkan Ketahanan Keluarga".
Baca juga: Polisi Tembak Kaki Jambret Penyebab Tewasnya ASN BPN Surabaya
“Penting menghadirkan kasih dari seorang ayah karena sayangnya kita kepada ibu juga harus diberseiringi oleh hadirnya kasih seorang ayah,” tegas Khofifah menambahkan.
Di tempat yang sama, Produser Leo Pictures, Agung Saputra, menjelaskan bahwa film Jangan Buang Ibu—yang dijadwalkan bakal tayang serentak di bioskop nasional pada 25 Juni 2026 mendatang—merupakan cermin realitas sosial tentang pengorbanan total seorang ibu yang kerap berujung pada kesepian di masa senja. Film ini diproduksi sebagai alarm keras bagi generasi muda agar tidak terlambat dalam memuliakan orang tua.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap pergerakan sosial perempuan di akar rumput, dalam momentum tersebut Gubernur Khofifah bersama Agung Saputra dan aktris utama Nirina Zubir turut menyerahkan penghargaan prestisius kepada 13 figur perempuan inspiratif yang dinilai memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Editor : Fatih