KLIKJATIM.Com | Sampang – Rombongan jemaah haji gelombang pertama asal Kabupaten Sampang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 67 dan 68 dijadwalkan akan resmi menginjakkan kaki kembali di kampung halaman pada Jumat, (19/6) besok.
Kepastian mengenai lini masa kepulangan tamu Allah tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Sampang, Syaifuddin, yang memastikan seluruh tahapan pemulangan telah dimatangkan secara teknis.
Baca juga: Alokasi DBHCHT Rp4 Miliar, Disperta Sampang Fokus Pacu Pembibitan Tembakau Kualitas Unggul
Syaifuddin menjelaskan bahwa sebelum bertolak ke Madura, seluruh jemaah haji terlebih dahulu dijadwalkan mendarat dan tiba di Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB.
"Setelah melewati serangkaian proses skrining kesehatan, penerimaan administratif, dan persiapan pemulangan di debarkasi, rombongan jemaah akan langsung diberangkatkan menuju Kabupaten Sampang dengan menggunakan pengawalan ketat armada bus yang telah disiapkan panitia," ujarnya.
Pihak otoritas mengingatkan bahwa estimasi waktu kedatangan jemaah di titik kumpul daerah sifatnya masih dinamis dan dapat bergeser maju atau mundur, sangat bergantung pada situasi teknis serta kelancaran arus lalu lintas di lapangan.
Merujuk pada jadwal resmi, rombongan jemaah haji untuk Kloter 67 diperkirakan akan tiba di area Pendopo Trunojoyo Sampang pada pukul 12.30 WIB, sementara untuk jemaah yang berada di dalam Kloter 68 dijadwalkan mendarat di lokasi yang sama sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca juga: Pertamina EP Temukan Sumber Minyak Baru di Sorong, Produksi Capai 623 Barel per Hari
"Guna mendukung kelancaran arus kepulangan massal ini, panitia daerah telah menyiagakan sebanyak 13 armada bus operasional yang akan melayani mobilisasi kedua kelompok terbang tersebut. Penyediaan armada terpusat ini merupakan ikhtiar kami untuk memastikan seluruh jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan prinsip aman, nyaman, dan presisi sesuai jadwal," urai Syaifuddin saat memaparkan kesiapan logistik, Kamis (18/6/2026).
Langkah antisipasi kemacetan dan penumpukan massa juga telah dirancang di area steril Pendopo Trunojoyo Sampang sebagai pusat penyambutan tunggal. Demi menjaga kekhusyukan dan ketertiban bersama, pihak panitia memberlakukan aturan ketat di mana pihak keluarga yang diizinkan masuk ke zona penyambutan inti dibatasi maksimal hanya dua orang penjemput untuk setiap jemaah haji.
Setelah prosesi seremonial penyambutan oleh jajaran pemerintah daerah rampung dilaksanakan, para jemaah diperkenankan langsung pulang ke kediaman masing-masing bersama pihak keluarga. Untuk mengurai kepadatan di pendopo, sistem pembagian logistik jemaah sengaja dipisah.
Aturan pembagian menyebutkan bahwa barang bawaan berupa koper besar dan jatah air zam-zam baru dapat diambil oleh pihak keluarga di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang dengan kewajiban menunjukkan dokumen paspor asli jemaah sebagai syarat validasi mutlak.
Melalui skema tata tertib ini, Syaifuddin sangat berharap seluruh elemen keluarga jemaah dapat bersikap kooperatif dengan mematuhi segala regulasi yang telah digariskan oleh panitia daerah.
"Kami mengimbau penjemput untuk tidak berdesakan di pintu masuk agar proses transisi kepulangan jemaah haji dapat berjalan dengan lancar, khidmat, aman, serta mampu menghadirkan kenyamanan psikologis bagi seluruh pihak yang terlibat," imbuhnya.
Editor : Fatih