KLIKJATIM.Com | Sorong – Upaya masif dalam mengeksplorasi dan memperkuat cadangan energi nasional di wilayah Indonesia Timur terus membuahkan hasil positif. PT Pertamina EP (PEP) Papua Field, yang berada di bawah naungan Zona 14 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, sukses mencatatkan torehan kinerja impresif.
Komitmen tinggi perusahaan dalam menggarap potensi minyak dan gas bumi (migas) di kawasan Kepala Burung, Papua Barat Daya, dibuktikan lewat keberhasilan uji produksi pada Sumur Pengembangan Salawati (SLW)-F2X yang membidik Formasi Kais, Kabupaten Sorong.
Baca juga: Kloter 67 dan 68 Tiba Besok, Keluarga Penjemput Jemaah Haji Sampang Dibatasi Dua Orang
Operasi pengeboran Sumur SLW-F2X ini tercatat mulai ditajak pada 10 April 2026 dengan mengandalkan keandalan teknologi Rig PDSI #11.2/N80B-M. Proyek strategis tersebut berhasil diselesaikan secara tuntas setelah melalui proses pengeboran intensif selama 54 hari.
Pada akhir pekan lalu, tepatnya tanggal 11 Juni 2026, sumur pengembangan ini mencatatkan lompatan hasil uji produksi awal yang signifikan, yakni menembus angka 623 barel minyak per hari (Barrels of Oil Per Day/BOPD) dengan menerapkan metode artificial lift Electric Submersible Pump (ESP).
Terapkan Operational Excellence dan Jaga Hubungan Harmonis Masyarakat Adat
General Manager Zona 14 Regional Indonesia Timur, Indarwan Harsoni, menegaskan bahwa pencapaian gemilang ini merupakan buah manis dari konsistensi penuh seluruh jajaran dalam mengimplementasikan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta prinsip Operational Excellence pada setiap rantai kegiatan operasi di lapangan.
Pihaknya mengapresiasi tinggi kolaborasi kokoh yang terjalin erat bersama jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) setempat yang menjadi kunci kelancaran proyek di tanah Papua.
“Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras seluruh tim serta dukungan para pemangku kepentingan. Kami menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Pemerintah Daerah, masyarakat adat, dan seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran operasional perusahaan di lapangan. Sinergi dan hubungan yang harmonis tersebut menjadi faktor yang sangat penting dalam keberhasilan pengembangan lapangan migas di wilayah Papua,” ungkap Indarwan Harsoni dalam keterangan resminya.
Berikan Dampak Multiplier Effect bagi Pertumbuhan Ekonomi Tanah Papua
Sementara itu, Manager Papua Field, Ardi, menambahkan bahwa kesuksesan operasional Sumur SLW-F2X menjadi bahan bakar pendorong motivasi bagi perusahaan untuk terus mengoptimalkan potensi produksi migas di kawasan Indonesia Timur. Capaian baru ini sekaligus memperpanjang tren positif dari keberhasilan program pengeboran vertikal sebelumnya yang juga sukses diraih melalui Sumur SLW-C4X di area klaster yang sama.
“Tambahan produksi dari sumur-sumur pengembangan akan memberikan kontribusi nyata terhadap upaya peningkatan produksi nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia. Selain itu, aktivitas hulu migas yang berkelanjutan juga diharapkan dapat memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah di Tanah Papua. Dengan potensi yang masih tersedia luas, kami sangat optimistis kinerja produksi dari Sumur SLW-F2X ini dapat terus dioptimalkan di masa-masa mendatang,” pungkas Ardi.
Baca juga: Kembali Viral, The Orion Band Asal Sampang Daftarkan HKI Lagu 'Maafkan Aku' ke Disporabudpar
Sebagai informasi, regionalisasi ini dikonsolidasikan secara makro oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) selaku kondolisator area operasi Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina.
Entitas ini mengelola blok hulu migas onshore maupun offshore yang tersebar secara geografis mulai dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi, Kepulauan Maluku, hingga Papua. Tata kelola wilayah kerja tersebut dibagi ke dalam empat zona taktis, yakni Zona 11, Zona 12, Zona 13, serta Zona 14 yang menaungi wilayah kerja Papua, Salawati, Kepala Burung, Babar Selaru, hingga Blok Semai.
Editor : Fatih