KLIKJATIM.Com | Surabaya – Fenomena kabut yang kerap muncul pada pagi hari maupun saat melintasi kawasan pegunungan sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi para pengendara roda dua.
Kabut tebal yang mengurangi jarak pandang (visibilitas) secara drastis berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya. Kondisi ekstrem ini menuntut para pemotor untuk ekstra waspada dan menyesuaikan teknik berkendara mereka.
Menyikapi hal tersebut, PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) selaku distributor sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, gencar mengampanyekan keselamatan berkendara lewat jargon #Cari_Aman. Kali ini, MPM Honda Jatim membagikan panduan taktis bagi para pengguna motor matic agar tetap aman dan nyaman saat menerjang kepungan kabut.
Marketing Communication & Development Division Head MPM Honda Jatim, Suhari, menegaskan bahwa edukasi keselamatan berkendara harus terus digulirkan secara masif untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi anomali cuaca di jalanan.
"Berkendara dengan aman tidak hanya tentang kelihaian mengendalikan kemudi, tetapi juga kesiapan mental dalam mengantisipasi skenario terburuk di perjalanan, termasuk kabut tebal. Melalui kampanye #Cari_Aman, kami konsisten mengajak masyarakat untuk selalu menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama," lugas Suhari.
Sementara itu, Hari Setiawan, Instruktur Safety Riding MPM Honda Jatim, membeberkan bahwa berkendara menembus kabut membutuhkan penyesuaian gaya berkendara yang signifikan.
"Saat jarak pandang merosot, fokus utama adalah meminimalkan kecepatan dan memastikan keberadaan kita terdeteksi oleh pengendara lain. Jangan melakukan gerakan tiba-tiba," jelas Hari.
Berikut adalah 7 tips berkendara aman menggunakan motor matic saat kondisi berkabut:
1. Pangkas Kecepatan Berkendara
Sesuaikan laju motor dengan ketebalan kabut. Menurunkan kecepatan memberi Anda waktu refleks yang lebih luang jika ada rintangan mendadak di depan.
2. Optimalkan Visibilitas Kendaraan
Pastikan lampu utama menyala dengan baik. Bagi pengguna motor Honda yang sudah dilengkapi dengan fitur lampu hazard, fitur ini bisa diaktifkan dalam kondisi darurat atau saat kabut benar-benar pekat guna memberi sinyal kewaspadaan kepada pengendara di belakang.
3. Perlebar Jarak Aman (Safety Distance)
Baca juga: Ngaku Mau Tagih Utang, Dua Pemuda Malah Curi HP Penghuni Kos
Beri ruang yang lebih longgar dengan kendaraan di depan Anda. Jarak yang aman memberikan estimasi waktu pengereman yang ideal jika kendaraan di depan melakukan pengereman mendadak.
4. Jeli Membaca Marka Jalan
Ketika pandangan lurus terganggu, garis marka jalan (baik di tengah maupun tepi jalan) adalah pemandu terbaik untuk menjaga posisi motor Anda tetap berada di lajur yang benar.
5. Haramkan Manuver Mendadak
Hindari menyalip tanpa perhitungan matang, berpindah jalur secara tiba-tiba, atau melakukan pengereman keras secara mendadak yang bisa memicu tabrakan beruntun.
6. Jaga Visor Helm Tetap Bersih dan Jernih
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
Udara dingin saat kabut kerap memicu embun pada kaca helm. Pastikan visor helm Anda bersih dari kotoran dan seka embun secara berkala agar pandangan tidak makin buram.
7. Inspeksi Menyeluruh Kondisi Motor sebelum Berangkat
Pastikan seluruh instrumen vital motor matic Anda—seperti lampu hulu-hilir, sistem pengereman, tekanan angin ban, hingga klakson—berfungsi 100% normal.
Selain menguasai teknis berkendara, MPM Honda Jatim juga mengingatkan pentingnya penggunaan riding gear yang komplit dan sesuai standar. Pengendara wajib mengenakan helm berstandar SNI, jaket penahan angin, sarung tangan, celana panjang tebal, serta sepatu yang menutup mata kaki untuk proteksi maksimal.
Melalui edukasi yang kontinyu ini, Pemprov Jatim dan MPM Honda Jatim berharap angka kecelakaan akibat faktor cuaca buruk dapat ditekan seminimal mungkin. Dengan mengadopsi prinsip #Cari_Aman, perjalanan menggunakan motor matic akan tetap aman, terukur, dan menyenangkan meski harus menembus tebalnya kabut jalanan.
Editor : Fatih