KLIKJATIM.Com | Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Nomor 800/1856/204/2026 tentang Pengangkatan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Dalam sambutannya, Khofifah mengucapkan selamat kepada para kepala sekolah yang baru dilantik sekaligus menitipkan sejumlah pesan penting untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
Baca juga: Potensi Produksi Padi Jatim JanuariāJuli 2026 Terbesar Se-Indonesia Capai 7,71 Juta Ton GKG
Menurutnya, berbagai capaian pendidikan yang diraih Jawa Timur selama ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.
Salah satu capaian yang membanggakan adalah keberhasilan Jawa Timur selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Kerja keras itu terlihat dari berbagai daerah, termasuk SMK Puri Mojokerto, SMA Cerme Gresik, hingga program Mama Mau Naik Kelas di Madura. Hasilnya sangat signifikan dalam meningkatkan prestasi siswa pada jalur SNBP maupun SNBT. Setiap kerja keras tidak akan mengkhianati hasil," ujar Khofifah.
Pada 2026, tercatat sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima melalui jalur SNBP dan 24.213 siswa lolos melalui jalur SNBT.
Khofifah menegaskan, posisi kepala sekolah tidak hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga pemimpin perubahan yang menentukan arah kemajuan sekolah, membangun budaya belajar, membentuk karakter peserta didik, serta melahirkan generasi unggul sebagai calon pemimpin masa depan.
"Kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan menjadi layanan yang langsung dirasakan peserta didik dan masyarakat," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ekosistem pendidikan yang tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga berintegritas.
Baca juga: Tujuh Tahun Beruntun, Murid Jatim Tertinggi Diterima di PTN Jalur Tes dan Tanpa Tes
"Kita tidak hanya menyiapkan anak-anak yang pintar, tetapi juga benar. Inilah ekosistem pembelajaran yang harus dibangun untuk menyongsong Indonesia Emas 2045, sehingga ilmu yang dimiliki menjadi manfaat dan amal jariyah bagi semuanya," tuturnya.
Khofifah berharap para kepala sekolah mampu mempersiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi hingga 2035 dan menjadi bagian dari generasi emas yang mengisi berbagai posisi strategis pada 2045.
Selain itu, ia berpesan agar para kepala sekolah dan guru mampu menghadirkan kepemimpinan yang visioner, adaptif, serta berorientasi pada masa depan.
"Saya berharap saudara sekalian mampu menginspirasi perubahan dan membangun budaya mutu yang berkelanjutan di lingkungan sekolah masing-masing," tegasnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter I di Asrama Haji Surabaya
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan, dari 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah, sedangkan 35 lainnya merupakan hasil mutasi dan rotasi.
Menurut Aries, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui tahapan seleksi, evaluasi, serta pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kami berharap seluruh kepala sekolah menjalankan tugas sesuai pakta integritas yang telah dibacakan, menjadi teladan, serta mampu meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang dipimpin," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyematkan PIN Jatim Cerdas dan menyerahkan piagam penghargaan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto atas capaian jumlah siswa terbanyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBT Tahun 2026.
Editor : Abdul Aziz Qomar