Rupiah Cetak Rekor Terlemah di Level 17.887 per Dolar AS, BI Lanjutkan Intervensi

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Grafik nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam sebulan ini. (Dok/Trading Economics).

KLIKJATIM.Com | Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mengalami tekanan pada perdagangan Jumat (29/5). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh level Rp17.887 per dolar AS pada perdagangan intraday atau menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah (all-time low).

Tekanan terhadap mata uang Garuda dipengaruhi sejumlah faktor eksternal maupun domestik. Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi salah satu pemicu utama pelemahan rupiah.

Selain itu, tingginya permintaan valuta asing (valas) musiman untuk kebutuhan pembayaran dividen perusahaan dan cicilan pinjaman luar negeri juga turut menekan pergerakan rupiah.

“Tekanan terhadap rupiah masih dipengaruhi ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta tingginya permintaan valas musiman untuk pembayaran dividen dan cicilan pinjaman ke luar negeri,” ujar Ramdan, sebagaimana dikutip Bloomberg.

Untuk menjaga stabilitas nilai tukar, Bank Indonesia terus melakukan langkah intervensi di pasar keuangan. BI juga memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait guna memantau aktivitas perbankan dan korporasi yang melakukan pembelian dolar AS dalam jumlah besar.

Bank sentral menegaskan komitmennya untuk terus mengambil langkah yang terukur dan konsisten demi menjaga stabilitas rupiah sekaligus memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional.

Langkah intervensi tersebut dilakukan di tengah meningkatnya tekanan global terhadap mata uang negara berkembang akibat penguatan dolar AS dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru