Khofifah Optimistis Jatim Percepat Target Swasembada Gula Nasional

Reporter : Abdul Aziz Qomar

KLIKJATIM.Com | Kediri – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau proses produksi gula di Pabrik Gula (PG) Ngadirejo, Kabupaten Kediri, milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), pekan lalu. Dari hasil peninjauan tersebut, Khofifah optimistis produktivitas gula di Jawa Timur terus meningkat dan mampu mempercepat tercapainya target swasembada gula konsumsi nasional.

Setibanya di lokasi, Khofifah melihat langsung seluruh tahapan produksi gula, mulai dari pembongkaran tebu dari truk pengangkut, proses penggilingan, penyaringan nira, pengkristalan hingga pengemasan gula.

Baca juga: HLUN 2026 di Jatim, Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Lansia Tetap Sehat dan Bermartabat

Aktivitas pabrik terlihat padat dengan antrean truk pengangkut tebu yang terus berdatangan sejak pagi hari untuk memasok kebutuhan giling.

Menurut Khofifah, tingginya aktivitas pengiriman tebu menunjukkan besarnya antusiasme petani sekaligus tingginya produktivitas panen tahun ini. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pabrik memastikan proses penggilingan berjalan optimal agar antrean cepat terurai dan kualitas produksi tetap terjaga.

“Insya Allah antrean ini segera terurai karena beberapa pabrik gula lain juga mulai melakukan penggilingan. Jadi proses perbaikan di berbagai lini terus dilakukan supaya ritme produksi semakin baik,” kata Khofifah.

PG Ngadirejo sendiri merupakan salah satu unit strategis milik PT SGN dengan kapasitas penggilingan mencapai 7.000 ton cane per day (TCD). Pada musim giling 2025, pabrik ini berhasil menggiling 10.676.262 kuintal tebu.

Khofifah menilai kapasitas besar tersebut harus diikuti peningkatan kualitas produksi, terutama melalui penguatan rendemen gula. Menurutnya, peningkatan rendemen sangat menentukan jumlah gula yang dihasilkan dari setiap tebu yang digiling.

“Yang diharapkan tentu peningkatan rendemen. Insya Allah musim giling sekarang ini sudah bisa mencapai 8,5 persen. Artinya sudah ada peningkatan dibanding sebelumnya,” ujarnya.

Ia meyakini optimalisasi kinerja pabrik gula akan semakin mendukung target swasembada gula konsumsi nasional. Terlebih, Jawa Timur merupakan provinsi penghasil tebu terbesar di Indonesia sekaligus penyumbang utama produksi gula nasional.

Saat ini kontribusi Jawa Timur terhadap produksi gula nasional mencapai 51 persen. Pada 2025, produksi gula kristal putih Jawa Timur tercatat menembus 1.343.995 ton atau menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Baca juga: Kendalikan Inflasi Saat Iduladha, Gubernur Khofifah Gencarkan Pasar Murah di Bojonegoro

Jumlah tersebut jauh melampaui produksi provinsi lain seperti Lampung yang mencapai sekitar 663.198 ton dan Jawa Tengah sekitar 344.243 ton.

Selain itu, produksi gula Jawa Timur juga konsisten berada di atas 1 juta ton per tahun. Berdasarkan Outlook Tebu/Gula 2025 Direktorat Jenderal Perkebunan, rata-rata produksi gula Jawa Timur selama periode 2021-2025 mencapai 1,185 juta ton per tahun dan menjadikan Jawa Timur sebagai kontributor terbesar produksi gula nasional.

“Alhamdulillah, target nasional yang diharapkan adalah swasembada gula konsumsi. Maka yang harus terus diperkuat adalah produktivitas dan luas lahan, khususnya di Jawa Timur,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi sinergi petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, dan seluruh pemangku kepentingan yang terus menjaga stabilitas produksi gula nasional di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.

“Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petani tebu, pabrik gula, sektor perkebunan, serta seluruh pemangku kepentingan yang terus bersinergi menjaga produktivitas dan stabilitas gula nasional. Semangat kolaborasi ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2026,” ucapnya.

Baca juga: Stok Hewan Kurban Jatim Aman dan Sehat, Khofifah: Semangat Berkurban Masyarakat Luar Biasa

Di akhir kunjungannya, Khofifah menuliskan pesan motivasi pada karung gula produksi PG Ngadirejo sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan industri gula nasional.

“Semangat, sukses, berkah untuk SGN dan pergulaan nasional,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi optimistis target swasembada gula nasional dapat tercapai pada akhir 2026.

Menurutnya, optimisme tersebut didukung peningkatan produktivitas tebu, naiknya hasil produksi gula, serta inovasi yang terus dilakukan pabrik gula di berbagai daerah.

“Produktivitas tebu di Jawa Timur tahun ini meningkat 1,5 juta ton dibanding tahun sebelumnya. Kami berharap PG Ngadirejo menjadi salah satu pilar swasembada gula nasional,” tegasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru