KLIKJATIM.Com | Gresik – Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pembinaan Spiritualitas Keluarga Islami dalam Menangani Konflik Parenting” di Balai Desa Sedagaran, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk kepedulian akademisi terhadap persoalan parenting yang kerap memicu konflik keluarga di masyarakat.
Baca juga: Universitas Sunan Gresik dan Pemdes Sedagaran Bentuk Satgas Anti-Kekerasan Berbasis Religiusitas
Dosen Universitas Sunan Gresik, Suyuti Dahlan Rifai, mengatakan persoalan pengasuhan anak saat ini menjadi tantangan serius yang membutuhkan pendekatan menyeluruh, tidak hanya dari sisi psikologis tetapi juga spiritual dan hukum keluarga.
“Konflik parenting sering muncul karena lemahnya komunikasi dalam keluarga, perbedaan pola asuh, hingga minimnya pemahaman nilai-nilai agama dalam kehidupan rumah tangga,” ujar Suyuti Dahlan.
Menurutnya, spiritualitas Islam dapat menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan keluarga sekaligus menciptakan pola pengasuhan yang harmonis dan berorientasi pada tumbuh kembang anak.
Dalam kegiatan tersebut, tim pengabdi menghadirkan materi tentang parenting Islami yang merujuk pada nilai-nilai Al-Qur’an, khususnya Surah Luqman ayat 12–19, yang memuat pedoman pendidikan anak berbasis spiritualitas dan akhlak.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi kelompok terfokus atau Focus Group Discussion (FGD) guna mengidentifikasi persoalan nyata yang dihadapi keluarga di Desa Sedagaran. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai resolusi konflik keluarga berbasis musyawarah.
Baca juga: Mahasiswa Universitas Sunan Gresik Gelar Pelayanan Kesehatan untuk Warga Desa Suci
Suyuti menjelaskan, pendekatan partisipatif dipilih agar masyarakat tidak hanya menjadi objek pembinaan, melainkan terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan penyelesaian masalah keluarga.
“Program ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran masyarakat bahwa keluarga bukan hanya institusi sosial, tetapi juga amanah yang harus dijaga dengan nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Peserta terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, tokoh masyarakat, hingga perangkat desa yang mendukung penuh program pembinaan tersebut.
Pemerintah Desa Sedagaran pun mengapresiasi kehadiran tim akademisi USG. Program ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi meningkatnya persoalan rumah tangga dan pola pengasuhan anak.
Ke depan, Universitas Sunan Gresik berencana menindaklanjuti kegiatan tersebut dengan membentuk kelompok konseling keluarga berbasis masjid sebagai wadah pendampingan berkelanjutan bagi masyarakat.
Melalui program ini, USG menegaskan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Editor : Abdul Aziz Qomar