PLN UP2B Bali Paparkan Keandalan Sistem Kelistrikan Bali di Hadapan Warga Buleleng

Reporter : Abdul Aziz Qomar
PLN UP2B Bali Paparkan Keandalan Sistem Kelistrikan Bali di Hadapan Warga Desa Pemaron, Buleleng. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Bali – PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) memaparkan kondisi sistem kelistrikan Subsistem Bali kepada masyarakat Desa Pemaron, Kabupaten Buleleng, dalam kegiatan audiensi yang digelar di Kantor Desa Pemaron.

Kegiatan yang diinisiasi PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Baca juga: PLN UP2B Bali Gandeng Stakeholder Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Audiensi ini digelar untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kondisi dan tantangan operasional sistem kelistrikan di Pulau Bali yang terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan energi, khususnya dari sektor pariwisata.

Dalam pemaparannya, PLN UP2B Bali menjelaskan bahwa kapasitas pembangkit listrik di Bali saat ini mencapai 1.249 megawatt (MW). Selain itu, sistem kelistrikan Bali juga mendapat tambahan pasokan daya sebesar 270 MW dari Sistem Jawa melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT).

Dengan integrasi tersebut, total daya yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali mencapai 1.519 MW. Sementara itu, beban puncak tertinggi di Bali tercatat pernah mencapai 1.278 MW.

Assistant Manager Operasi Sistem PLN UP2B Bali, Gede Wijaya, mengatakan PLN terus berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan listrik di tengah pertumbuhan konsumsi energi yang semakin tinggi.

“Pertumbuhan kebutuhan listrik di Bali menjadi tantangan sekaligus tanggung jawab bagi PLN untuk memastikan sistem tetap andal dan aman,” ujar Gede Wijaya.

Baca juga: PLN Pastikan Sistem Kelistrikan Sumatra Kembali Normal, Pasokan Listrik Pulih Bertahap

Ia menambahkan, PLN secara berkala melakukan pemeliharaan terhadap infrastruktur pembangkit dan transmisi guna menjaga stabilitas pasokan listrik. Saat ini, sistem kelistrikan Bali ditopang oleh lima pembangkit utama yang dioperasikan secara terpadu.

Selain menjaga keandalan sistem, PLN Group juga terus mendukung program transisi energi menuju Net Zero Emission 2060 melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Namun demikian, pemanfaatan energi surya di Bali masih menghadapi tantangan faktor cuaca karena karakteristik produksinya yang fluktuatif. Oleh sebab itu, pembangkit eksisting masih menjadi penopang utama sistem kelistrikan di Pulau Dewata.

Baca juga: PLN Minta Maaf Terjadi Blockout di Sumatera, Lakukan Pemulihan

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menegaskan pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait kondisi kelistrikan Bali.

“Sistem kelistrikan yang andal dan adaptif merupakan fondasi utama penggerak roda ekonomi daerah. PLN berkomitmen menghadirkan layanan listrik terbaik demi mendukung aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di Bali,” kata Munawwar.

Ia berharap masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dapat memahami tantangan operasional kelistrikan sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih di masa mendatang.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru