PDIP Gresik Lantik Pengurus PAC se-Kabupaten, Fokus Gaet Generasi Muda Hadapi Pemilu 2029

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Pengurus PAC PDIP Gresik mengikuti prosesi pelantikan. (Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Gresik menggelar pelantikan serentak pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dari 18 kecamatan se-Kabupaten Gresik, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPC PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani bersama jajaran, serta Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono bersama jajaran pengurus DPD PDIP Jawa Timur.

Baca juga: Gus Yani Pimpin PDIP Gresik, Mujid Riduan Jabat Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai

Ketua DPC PDIP Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat soliditas internal partai hingga tingkat kecamatan.

“Tadi malam kita kumpul seluruh pengurus PAC untuk saling mengenal satu sama lain agar terjalin hubungan yang harmonis, kompak, dan solid. Kita harus bekerja sama, tidak bisa sendiri-sendiri,” ujar Fandi.

Menurutnya, perpaduan antara kader senior dan generasi muda menjadi kekuatan penting bagi partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Masyarakat saat ini membutuhkan solusi langsung di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Nanti kami juga akan bersilaturahmi ke PAC dan daerah pemilihan masing-masing,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Deni Wicaksono menegaskan bahwa seluruh pengurus PAC yang dilantik harus mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab organisasi secara maksimal.

“Kita menerima hasil pleno DPC dan DPD dengan lapang dada. Struktur pengurus PAC harus menjalankan tugasnya. Minimal selama enam bulan akan kita evaluasi, apakah mampu menjalankan tugas atau tidak,” tegas Deni.

Ia menilai tantangan politik ke depan akan semakin berat karena perubahan karakter pemilih, terutama dominasi generasi milenial dan Gen Z pada Pemilu 2029 mendatang.

Baca juga: DPP PDIP Tunjuk Gus Yani Jabat Ketua DPC PDIP Gresik 2025-2030

“Masyarakat sekarang semakin pintar dan cerdas. Sekitar 58 persen pemilih adalah generasi milenial dan Gen Z. Kita belum bisa menebak sepenuhnya pola pikir anak-anak muda ini,” ujarnya.

Menurut Deni, partai politik harus mampu memahami budaya, bahasa, hingga tren yang berkembang di kalangan anak muda agar tetap relevan.

“Mereka punya pola pikir dan bahasa sendiri, seperti istilah FOMO, kalcer, dan lainnya. Bagaimana mereka tertarik dengan PDIP kalau kita tidak memahami mereka,” katanya.

Karena itu, DPD PDIP Jawa Timur mewajibkan minimal 20 persen pengurus PAC berasal dari kalangan muda berusia 35 tahun ke bawah.

“Di PDIP, anak muda tidak hanya dijadikan objek, tetapi diberi ruang dan tanggung jawab,” tambahnya.

Baca juga: Bupati Yani Masuk Kandidat Calon Ketua PDIP Gresik, Bersaing dengan Mujid Riduan dan 11 Calon Lain

Deni juga menyebut tren elektoral PDIP di Gresik menunjukkan peningkatan signifikan. Pada Pemilu terakhir, PDIP berhasil menambah jumlah kursi DPRD dari enam menjadi sembilan kursi.

“Kita sekarang punya tiga pilar di Gresik, yakni bupati, pimpinan DPRD, dan partai,” ujarnya.

Meski demikian, Deni mengakui tantangan politik di Gresik cukup berat karena tingginya pragmatisme politik di masyarakat.

“Gresik termasuk kabupaten dengan tingkat pragmatisme politik nomor dua di Jawa Timur. Ini fakta. Karena itu, pendidikan dan pembelajaran politik kepada masyarakat harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru