KLIKJATIM.Com | Surabaya - Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menegaskan betapa krusialnya peran generasi muda dalam menentukan arah dan nakhoda masa depan bangsa Indonesia.
Guna menghadapi tantangan global yang semakin kompleks, ia mendorong anak muda untuk menempa diri sejak dini agar mampu bertransformasi menjadi sosok pemimpin yang adaptif, berintegritas tinggi, dan berdaya saing global.
Pesan penuh motivasi tersebut disampaikan Arumi saat menjadi pembicara kunci dalam acara talkshow interaktif bertema “Ready for What’s Next: From Youth to Future Leader” yang diselenggarakan di Kampus Telkom University Surabaya pada Sabtu hari ini.
Arumi memaparkan bahwa generasi muda saat ini dikaruniai potensi yang luar biasa besar untuk menjadi motor penggerak perubahan (agent of change). Di era modern, posisi anak muda sudah bergeser dari yang semula hanya dipandang sebagai penerus, kini telah menjadi aktor utama dalam roda pembangunan nasional.
“Kita adalah pemimpin yang menentukan jalan hidup kita sendiri. Anak muda adalah aset terbesar bangsa. Mereka bukan hanya penerus, tetapi juga penggerak perubahan yang memiliki energi, kreativitas, dan semangat untuk membawa Indonesia menjadi jauh lebih maju," ujar istri Emil Dardak tersebut.
Lebih lanjut, Arumi menjelaskan bahwa dinamika dunia yang berubah cepat menuntut lahirnya barisan pemimpin muda yang tidak sekadar cerdas secara akademik. Jauh di luar itu, indikator kepemimpinan yang ideal harus ditopang oleh kekuatan karakter, empati sosial yang tinggi, serta kelenturan dalam berkolaborasi lintas sektor.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif
Ia pun mengajak para peserta yang hadir untuk berani mengambil peran, lantang menyampaikan ide-ide inovatif, serta aktif berkontribusi dalam lingkungan sosial terkecil di sekitarnya. Menurutnya, jiwa kepemimpinan tidak melulu lahir dari panggung besar, melainkan dipupuk dari kebiasaan sederhana sehari-hari.
Sifat-sifat dasar seperti disiplin pribadi, rasa tanggung jawab penuh terhadap tugas, serta kemampuan mendengarkan dan menghargai pandangan orang lain dinilai menjadi fondasi utama yang harus kokoh di dalam diri calon pemimpin masa depan.
Melalui ruang diskusi ilmiah seperti ini, Arumi berharap para mahasiswa dan pelajar dapat menyerap inspirasi untuk terus mendongkrak kapasitas diri sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme yang kuat.
"Dengan dukungan dari berbagai pihak, generasi muda Indonesia diyakini akan mampu menjadi pemimpin masa depan yang membawa kemajuan dan martabat agung bagi bangsa dan negara," imbuhnya.
Gayung bersambut, pandangan tersebut disepakati oleh Direktur Telkom University Surabaya, Mohammad Yanuar. Ia menambahkan bahwa penggodokan karakter kepemimpinan idealnya sudah harus diintervensi sejak siswa duduk di bangku SMA/SMK sederajat agar mereka tidak gagap saat menghadapi transisi masa depan.
"Tidak perlu banyak teori, tetapi yang paling krusial adalah bagaimana kita melatih mereka dalam membangun jejaring (networking), membentuk karakter yang kuat, menciptakan sinergi kolaborasi, serta mengasah cara berpikir kritis (critical thinking). Hal-hal inilah yang akan menjadi bekal paling berharga untuk masa depan anak-anak kita," pungkas Mohammad Yanuar.
Editor : Fatih