Pupuk Kujang Gandeng Bogasari, Ciptakan Mama Preneur Lewat Pelatihan Tata Boga di Cikampek

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Melalui pelatihan tata boga berstandar industri ini, para ibu disiapkan untuk menjadi wirausahawan kuliner yang sukses.

KLIKJATIM.Com | Karawang – PT Pupuk Kujang Cikampek memberangkatkan puluhan kaum ibu dari wilayah sekitar perusahaan untuk mengikuti pelatihan tata boga secara intensif di Bogasari Baking Center, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, pada Senin (18/5).

Langkah kolaboratif ini dirancang sebagai upaya konkret perusahaan untuk meningkatkan keterampilan warga sekaligus membuka peluang wirausaha di bidang kuliner.

Baca juga: Mahasiswa Doktoral IPB Dalami Manajemen Industri dan Ketahanan Pangan Lewat Kunjungan Akademik ke Bogasari

VP Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kujang, Agung Gustiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan tahun ini yang bertajuk Lokamandiri Mama Preneur. Program pemberdayaan ini secara spesifik menyasar kelompok perempuan agar mampu menjadi penggerak roda ekonomi keluarga.

Untuk batch kali ini, Pupuk Kujang memberangkatkan 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 desa di wilayah Cikampek.

“Melalui pelatihan ini, saya harap ibu-ibu semua bisa meningkatkan keterampilan tata boga, menghasilkan aneka produk kuliner yang enak dan digemari masyarakat. Sehingga bisa menjadi bekal penting untuk berwirausaha dengan baik,” ungkap Agung saat memberikan pengarahan.

Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendengarkan teori, melainkan melakukan praktik langsung (hands-on). Dipandu oleh para ahli tata boga dari Bogasari, peserta diajarkan proses dari hulu ke hilir, mulai dari memilih jenis tepung yang tepat, menimbang dan menakar bahan secara akurat, dan mengolah adonan hingga menghasilkan produk kuliner berstandar tinggi.

Pemilihan Bogasari Baking Center sebagai mitra pelatihan bukan tanpa alasan. Menurut Agung, rekam jejak panjang Bogasari dalam industri pangan Indonesia menjadi faktor utama kolaborasi ini.

Baca juga: Perkuat Peran Solusi Finansial Lintas Generasi, CIMB Niaga Luncurkan Kampanye OCTO untuk Keluarga Indonesia

“Bogasari ini berdiri tahun 1969 dan diresmikan tahun 1971. Mereka memiliki sejarah panjang dalam melakukan hilirisasi produk berbahan gandum. Selain itu, produk-produknya sudah sangat akrab di mata masyarakat,” jelas Agung.

Pupuk Kujang menegaskan bahwa investasi sosial korporasi ini bukanlah aktivitas seremonial semata. Program ini dirancang sebagai strategi berkelanjutan yang diukur menggunakan kerangka kerja Social Return on Investment (SROI). Hal ini untuk memastikan setiap dana TJSL yang diserap memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang berlipat ganda.

Sebagai strategi pasca-pelatihan, Pupuk Kujang telah menyiapkan roadmap pendampingan lanjutan bagi para peserta, meliputi pendampingan pengurusan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) dan membantu legalitas produk agar kuliner yang dihasilkan dapat diserap oleh pasar yang lebih luas.

Baca juga: Modal Rekor dan Kemenangan, M. Kiandra Ramadhipa Optimistis Taklukkan Sirkuit Jerez

Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Pupuk Kujang terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Poin 5 (Kesetaraan Gender) serta Poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Inisiatif ini juga disambut hangat oleh pihak Bogasari. Chef Haryanto dari Bogasari Baking Center menyatakan kebanggaannya dapat turut serta dalam kolaborasi strategis bersama Pupuk Kujang.

“Melalui pelatihan ini, kita bisa melatih calon wirausahawan yang akan berkontribusi dalam perekonomian masyarakat. Semoga kegiatan ini bisa meningkatkan roda perekonomian mereka ke depannya,” tutur Chef Haryanto.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru