Tangkap Ikan, Warga Kesamben Terseret Arus Flushing Waduk Lodoyo Blitar

Reporter : Iman
Proses pencarian korban melibatkan BPBD Kabupaten Blitar, Basarnas, TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, relawan Blitar Raya hingga BPBD Kota Kediri

KLIKJATIM.Com | Blitar -  Kegiatan flushing atau pladu tahunan di Bendungan Wlingi Raya dan Lodoyo, Kabupaten Blitar, diwarnai insiden orang hanyut. Seorang warga Kecamatan Kesamben dilaporkan hilang setelah terseret derasnya arus Sungai Brantas, Senin (18/5/2026).

Korban diketahui bernama Isnaini, warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Kesamben. Peristiwa terjadi saat banyak warga turun ke aliran sungai untuk mencari ikan yang muncul akibat proses flushing bendungan.

Baca juga: 341 Napi Lapas Blitar Terima Remisi Kemerdekaan RI

Derasnya debit air diduga membuat korban kehilangan kendali hingga akhirnya terbawa arus. Informasi kejadian tersebut kemudian dilaporkan keluarga korban kepada petugas BPBD Kabupaten Blitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Wahyudi mengatakan laporan warga hanyut diterima sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah menerima laporan, tim gabungan langsung diterjunkan melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Brantas.

"Korban atas nama Isnaini dilaporkan hanyut terbawa arus Sungai Brantas," katanya, Selasa (18/5/2026).

Baca juga: Blitar BerStylo Bersama: Pererat Kebersamaan Pengguna New Honda Stylo 160

Selain korban hilang, dua warga lain juga sempat mengalami kejadian serupa saat berada di sungai. Seorang warga asal Kecamatan Selopuro bernama Badi' berhasil menyelamatkan diri usai sempat terbawa arus.

Sementara seorang warga Kanigoro bernama Yasmani berhasil dievakuasi warga setelah mengalami kelelahan di kawasan Kedung Ketek Jegu.

Proses pencarian korban melibatkan BPBD Kabupaten Blitar, Basarnas, TNI, Polri, PMI, ORARI, RAPI, relawan Blitar Raya hingga BPBD Kota Kediri yang turut melakukan pemantauan di wilayah aliran Sungai Brantas Kota Kediri.

Baca juga: Wujudkan Vokasi Berdampak, SMKS Islam 1 Kota Blitar Bersama MPM Honda Jatim Gelar Pelatihan Mekanik Bagi Komunitas DMI

Hingga Senin sore, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan berencana melanjutkan penyisiran pada Selasa (19/5/2026) di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Petugas juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak turun ke sungai selama flushing berlangsung. Selain arus yang sangat deras, peningkatan debit air saat pladu dinilai sangat berbahaya dan berisiko menimbulkan korban jiwa.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru