Lagi! Saldo Nasabah Rp1 Juta Lenyap Usai Pakai QRIS, BCA Sumenep Dinilai Lempar Tanggung Jawab

Reporter : Hendra
LOKASI : Kantor BCA Cabang Sumenep di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tempat nasabah mengadukan dugaan hilangnya saldo usai transaksi QRIS. (doc. M.Hendra.E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep — Dugaan bermasalahnya sistem transaksi menggunakan QRIS kembali menyeret nama Bank Central Asia (BCA). Seorang warga Kabupaten Sumenep, Madura, bernama Anwar, mengaku harus kehilangan saldo sebesar Rp1 juta tak lama setelah melakukan pembayaran menggunakan metode pindai kode respons cepat tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026 sekitar pukul 15.07 WIB. Anwar awalnya melakukan transaksi pembayaran seperti biasa menggunakan fitur QRIS pada akun bank miliknya. Namun, kejanggalan mulai terasa sekitar tiga jam kemudian, tepatnya pukul 18.00 WIB, saat ia mengecek mutasi rekening lewat aplikasi MyBCA dan mendapati nominal saldonya telah menyusut Rp1 juta.

Baca juga: DPRD Sumenep Wanti-wanti Pemkab: Jangan Korbankan Pelatihan Kerja Demi Bansos Pekerja Rentan!

Keanehan semakin menguat lantaran di dalam riwayat notifikasi kotak masuk (inbox) aplikasi, transaksi yang dipermasalahkan itu tercatat dengan status berhasil dikirim.

“Yang bikin saya heran, ketika saya cek inbox QRIS itu tertulis berhasil atau sukses alias masuk. Tapi saldonya tidak ada,” kata Anwar saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

Anwar menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan aktivitas transaksi lain di luar pembayaran tersebut yang dapat mendebit isi rekeningnya dalam jumlah besar.

“Intinya saldo saya itu hilang tanpa melakukan transaksi,” tegasnya berulang kali.

Merasa dirugikan secara materiil, Anwar mendatangi Kantor KCP BCA Cabang Sumenep pada Senin pagi untuk meminta klarifikasi langsung serta penyelesaian. Namun, menurutnya, penjelasan dan tindakan yang diterima dari petugas di lapangan justru tidak menyentuh substansi utama dari hilangnya dana tersebut.

Baca juga: DPRD Sumenep Desak Pemkab Segera Isi Jabatan Definitif di Lima OPD

Petugas di kantor cabang tersebut hanya membantu melakukan pembukaan kembali (unblock) akses pada kartu ATM, layanan Mobile Banking, serta aplikasi MyBCA milik nasabah, yang sebelumnya terblokir setelah ia sempat melayangkan aduan awal melalui panggilan telepon ke pusat bantuan Halo BCA.

“Jadi pihak BCA hanya membuka saja dengan cara membuka kartu, membuka M-banking dan MyBCA,” ujarnya dengan nada kecewa.

Ketika dirinya mendesak kepastian mengenai pengembalian (refund) dana Rp1 juta yang hilang secara misterius tersebut, pihak operasional kantor cabang dinilai enggan bertanggung jawab langsung dan justru mengarahkannya kembali untuk berurusan dengan layanan berbasis panggilan telepon.

Baca juga: Pencarian Korban Tenggelam di Perairan Pulau Mandangin Sampang Masih Nihil

“Pihak BCA malah menyuruh saya untuk mengurus persoalan ini ke Hallo BCA,” tuturnya menirukan penjelasan dari petugas customer service.

Anwar menguraikan bahwa pihak manajemen kantor cabang berdalih jika persoalan verifikasi pengembalian dana nasabah bukan merupakan ranah kewenangan eksekutif di tingkat daerah, melainkan sepenuhnya berada di bawah otoritas manajemen unit kerja yang lain di pusat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dikeluarkan oleh pihak manajemen pusat PT Bank Central Asia Tbk terkait duduk perkara sistem yang dialami oleh nasabah asal Madura tersebut. Anwar berharap pihak perbankan dapat segera bergerak memberikan kepastian investigasi serta mengembalikan hak dana miliknya, agar tingkat kepercayaan nasabah terhadap ekosistem transaksi digital tidak kian terkikis.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru