Dampingi Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Gubernur Khofifah Optimis Bangkitkan Ekonomi Warga

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Presiden Prabowo Subianto bersama Gubernur Khofifah resmi meresmikan Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah di Nganjuk.

KLIKJATIM.Com | Nganjuk – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendampingi Presiden RI, Prabowo Subianto, meresmikan sekaligus meninjau Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah ini berdiri tepat di samping rumah masa kecil Marsinah. Pembangunan museum dirancang menyatu dengan kawasan ziarah, sehingga diharapkan mampu menjadi destinasi wisata edukasi perjuangan Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus menjadi pengungkit sektor ekonomi masyarakat setempat.

Baca juga: Prabowo Pimpin Panen Raya Jagung Nasional di Tuban, Resmikan Gudang Pangan dan SPPG Polri

Secara khusus, Gubernur Khofifah memberikan apresiasi yang tinggi terhadap penataan dan manajemen museum tersebut. Fasilitas ini dinilai mampu menyajikan rekam jejak autentik dari seorang pahlawan nasional perempuan yang sepanjang hidupnya konsisten memperjuangkan hak-hak kaum buruh.

"Alhamdulillah, isinya bagus dan tertata indah dan rapi. Di dalam kita bisa melihat berbagai dokumentasi perjuangan Ibu Marsinah, baik foto, kliping koran asli, juga pakaian yang dipakainya sebelum jasadnya ditemukan dan sebagainya," kata Khofifah.

"Bahkan, museum beliau ini juga menampilkan diorama situasi yang dihadapi buruh tahun 1990-an. Jadi kita bisa napak tilas bagaimana perjuangan buruh saat itu," lanjutnya.

Lebih jauh, Gubernur Khofifah memuji kesiapan lingkungan sekitar dalam mendukung keberadaan museum ini. Integrasi dengan program daerah dinilai akan mempercepat dampak ekonomi bagi warga Nganjuk.

“Pada tahun 2026 di Desa Nglundo ini sudah di-SK-kan Desa Wisata oleh Bupati Nganjuk, bahkan sudah terbentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan mulai aktif mengelola desa wisatanya. Insya Allah, ini akan semakin menunjang museum ini dan menjadi amal jariyah Mbak Marsinah yang merupakan sosok Pahlawan Nasional Pejuang Buruh. Bahwa bahkan setelah tiada, beliau tetap membawa manfaat untuk masyarakat," jelas Khofifah.

Sebagai informasi, pembangunan Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah direalisasikan melalui pendanaan yang bersumber dari donasi pekerja/buruh di seluruh Indonesia serta keuangan internal organisasi independen Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

Operasional dan pengelolaan museum nantinya berada di bawah naungan Yayasan KSPSI, dengan konsep penataan yang mengadopsi standar internasional dari Museum Galeri Nasional Singapura.

Baca juga: Gubernur Khofifah Lepas 1.790 Murid SMK dan Alumni ke Luar Negeri, Bukti SDM Vokasi Jatim Siap Menembus Industri Global

"Kita tentu berharap perjuangan, keberanian, dan kegigihan untuk menegakkan keadilan dari seorang Mbak Marsinah bisa menginspirasi lebih banyak orang. Dengan adanya Museum Pahlawan Nasional Pejuang Buruh Ibu Marsinah ini, insya Allah jejak beliau tidak akan pudar," pungkasnya.

Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa Museum Marsinah hadir sebagai pengingat penting, terutama bagi generasi muda, mengenai panjang dan beratnya proses mendirikan serta merawat sebuah negara.

"Ini peristiwa langka. Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang dan simbol dan tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang muda perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh. Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan mereka yang berada di pihak yang lemah. Orang miskin yang tidak punya kekuasaan, yang tidak punya kekuatan," ujar Presiden Prabowo..

Presiden Prabowo juga menambahkan bahwa peristiwa kelam yang menimpa Marsinah menjadi pembelajaran besar bagi bangsa. Jika falsafah dasar negara, yaitu Pancasila, dipahami secara mendalam oleh seluruh elemen, tindakan keji tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Rombongan Bhikkhu Lintas Negara di Grahadi

"Sesungguhnya peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita didirikan atas falsafah dasar Pancasila. Itu adalah kecemerlangan para pendiri bangsa kita. Buruh adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa, semuanya anak-anak bangsa. Pejabat hanya petugas yang penerima mandat," tutur Presiden.

Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan struktural. Salah satu langkah kehormatan yang telah diambil di era pemerintahannya adalah mengesahkan Marsinah secara resmi sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, sebagai jawaban atas aspirasi kolektif seluruh organisasi buruh tanah air.

"Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, dan kita perbaiki. Saya bersyukur, saya mendapat kehormatan pada saat saya jadi presiden, ketika kawan-kawan buruh datang ke saya, minta kenapa tidak ada pahlawan nasional dari buruh. Dan mereka kembali ke saya, mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk menjadikannya sebagai pahlawan nasional," ungkap Presiden Prabowo.

Agenda peresmian ini turut dihadiri oleh Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) Shoya Yoshida, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, keluarga besar almarhumah Marsinah, serta ribuan massa buruh yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru