KLIKJATIM.Com | Tulungagung – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melepas sebanyak 1.790 murid peserta program magang kerja luar negeri serta alumni sebagai pekerja migran dari SMK wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan. Agenda pelepasan ini dipusatkan di SMKS Sore Tulungagung, Kamis (14/5/2026).
Pelepasan ini menjadi bukti nyata kesiapan SDM vokasi Jawa Timur dalam menembus pasar kerja global. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang adaptif, kompetitif, dan terhubung langsung (link and match) dengan kebutuhan industri internasional.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sambut Rombongan Bhikkhu Lintas Negara di Grahadi
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan vokasi terus dipacu agar lulusan SMK Jawa Timur memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Konektivitas yang sudah terbangun menjadi bagian penting untuk terus diluaskan. Ini menjadi ikhtiar bersama agar lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab kebutuhan dunia industri global,” ujar Khofifah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, total peserta yang diberangkatkan mencapai 1.790 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 1.067 murid SMK kelas XII dan XIII peserta magang kerja luar negeri, serta 723 alumni SMK yang bergerak sebagai pekerja migran di berbagai negara.
Adapun negara tujuan penempatan meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, hingga Thailand. Dari seluruh negara tersebut, Jepang masih menjadi tujuan paling dominan dengan jumlah peserta mencapai 1.216 orang, disusul oleh Korea Selatan sebanyak 460 orang.
Untuk wilayah asal peserta magang, Kabupaten Tulungagung menjadi daerah dengan kontribusi terbesar yaitu sebanyak 898 peserta. Diikuti oleh Kabupaten Trenggalek sebanyak 54 peserta dan Kabupaten Pacitan sebanyak 15 peserta. Jika ditinjau dari status kelembagaan sekolah, peserta berasal dari SMK swasta sebanyak 597 orang dan SMK negeri sebanyak 470 orang.
Gubernur Khofifah juga memaparkan sejumlah sekolah dengan kontribusi terbesar dalam program penempatan internasional ini. SMKS Sore Tulungagung menjadi penyumbang terbanyak dengan total 717 peserta (517 peserta magang dan 200 alumni pekerja migran).
Selanjutnya diikuti oleh SMK Negeri 1 Bandung Tulungagung sebanyak 259 peserta, SMKN 1 Tulungagung sebanyak 250 peserta, SMKN 2 Tulungagung sebanyak 171 peserta, serta SMKN 2 Boyolangu sebanyak 57 peserta.
“Ini menunjukkan bahwa SMK di Jawa Timur tidak hanya mencetak lulusan siap kerja di dalam negeri, tetapi juga menjadi penyuplai talenta vokasi untuk pasar kerja internasional,” katanya.
Para murid dan alumni ini memiliki peluang besar untuk bekerja di berbagai sektor strategis global, seperti manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik, hingga sektor pertanian modern. Khofifah mencontohkan, Jerman saat ini membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut (underwater welding), sementara Jepang membuka banyak peluang pada sektor pertanian dan industri.
Oleh karena itu, penguatan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta penguasaan bahasa asing menjadi kunci utama yang harus terus diasah.
"Selain bawa rezeki, bawa pulang ilmunya karena kalian pahlawan devisa serta jaga nama baik Bangsa Indonesia," pesan Khofifah.
Gubernur perempuan pertama di Jatim ini menambahkan bahwa Pemprov Jatim ingin generasi muda tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi menjadi SDM unggul yang mampu menciptakan nilai tambah serta memperluas jejaring internasional. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para kepala sekolah dan guru yang telah mendampingi para siswa hingga mampu go global.
"Kita ingin generasi muda Jawa Timur tidak sekadar pencari kerja, tetapi menjadi sumber daya manusia unggul yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas jejaring dan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat serta bangsa Indonesia," tuturnya.
"Kepala sekolah dan guru telah menyiapkan murid yang go global dengan tetap menjadi figur yang menjaga nama bangsa Indonesia di kancah global," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menyampaikan bahwa besarnya kontribusi SMK swasta dalam program ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Jawa Timur berkembang secara kolaboratif dan merata antara sekolah negeri dan swasta. Tingginya penyerapan lulusan di dunia kerja internasional menjadi indikator mutu pendidikan yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim.
"Ini menjadi kebanggaan dan pahlawan negara karena sebaran di berbagai wilayah di Jatim merata dan itu bukti nyata kualitas pendidikan yang diinisiasi Pemprov Jatim berkualitas dan bermutu," kata Aries.
Aries menambahkan bahwa peluang kerja global bagi lulusan SMK masih sangat terbuka lebar, terutama bagi tenaga kerja yang memiliki kompetensi tinggi dan etos kerja yang kuat. Kontinuitas dalam membangun koneksi dengan dunia industri internasional harus terus dijaga dengan baik.
"Kepercayaan dunia industri internasional harus dijaga dan tunjukkan lulusan SMK bisa dan hebat," pungkas Aries.
Editor : Fatih