Gangguan QRIS BCA Picu Keluhan Nasabah di Sumenep, Saldo Tinggal Rp44 Ribu

Reporter : Hendra
Potret Kantor BCA Sumenep di Jalan Trunojoyo Nomor 146, Labangseng, Kolor, Kecamatan Kota, tampak dari arah depan. (dok. M. Hendra E/Klikjatim.Com)

KLIKJATIM.Com | Sumenep – Gangguan layanan QRIS milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang terjadi pada Kamis malam, 14 Mei 2026, menyisakan keluhan dari sejumlah nasabah. Salah satunya dialami Bahri, warga Kabupaten Sumenep, Madura, yang mengaku saldo rekeningnya berkurang drastis usai berulang kali melakukan transaksi QRIS yang gagal.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 WIB saat Bahri hendak melakukan pembayaran menggunakan fitur QRIS di aplikasi MyBCA. Namun, setiap percobaan transaksi yang dilakukan tidak berhasil diproses.

“Saya waktu itu mau beli sesuatu pakai QRIS, tapi gagal terus. Saya coba sampai lima kali,” ujar Bahri saat dikonfirmasi, Sabtu (16/5/2026).

Di tengah upaya tersebut, muncul notifikasi pembaruan aplikasi MyBCA. Bahri menduga kendala terjadi karena aplikasi belum diperbarui, sehingga ia langsung melakukan update melalui Play Store. Namun setelah pembaruan selesai, fitur QRIS tetap tidak bisa digunakan.

Ia kemudian memeriksa saldo rekeningnya dan terkejut karena dana yang sebelumnya berjumlah lebih dari Rp4 juta tersisa sekitar Rp44 ribu.

“Pas saya cek, saldo saya tinggal sekitar Rp44 ribu. Padahal sebelumnya ada sekitar Rp4 juta lebih,” katanya.

Merasa ada kejanggalan, Bahri mendatangi ATM BCA di Kabupaten Sumenep pada malam yang sama. Di lokasi itu, ia mengaku menemukan sejumlah nasabah lain yang mengalami kendala serupa.

“Saya ke ATM BCA Sumenep malam itu. Ternyata ada beberapa orang juga yang mengeluhkan hal yang sama,” tuturnya.

Menurut Bahri, petugas keamanan yang berjaga saat itu menjelaskan bahwa layanan QRIS BCA sedang mengalami gangguan teknis.

“Satpam bilang kalau QRIS BCA memang sedang error,” ucapnya.

Keesokan harinya, Bahri melihat adanya dana masuk sekitar Rp89 ribu pada riwayat transaksi MyBCA. Namun nominal tersebut dinilai tidak sesuai dengan jumlah saldo yang sebelumnya terpotong.

“Di mutasi MyBCA memang ada notifikasi uang masuk sekitar Rp89 ribu, tapi waktu saya cek saldo tetap cuma Rp44 ribu,” katanya.

Bahri mengaku telah menghubungi Halo BCA dan layanan pelanggan MyBCA untuk meminta penjelasan. Namun hingga kini saldo rekeningnya disebut belum kembali normal.

“Saya sudah coba hubungi Halo BCA dan customer service MyBCA, tapi belum bisa juga. Sampai sekarang saldo saya belum kembali,” keluhnya.

Ia juga diminta pihak keamanan kantor BCA Sumenep untuk datang kembali pada jam operasional karena layanan penuh baru dapat dilakukan pada Senin, 18 Mei 2026.

Sementara itu, manajemen PT Bank Central Asia Tbk membenarkan adanya gangguan pada layanan QRIS. EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan permohonan maaf kepada nasabah dan memastikan layanan telah kembali normal.

“PT Bank Central Asia Tbk memohon maaf atas ketidaknyamanan nasabah terkait kendala dalam transaksi QRIS. Kami memastikan saat ini nasabah dapat kembali bertransaksi menggunakan QRIS melalui layanan BCA,” ujar Hera dalam keterangannya, Kamis (14/5/2026), dikutip dari Kompas.com.

Ia menambahkan, selama gangguan berlangsung, nasabah masih dapat menggunakan metode pembayaran lain seperti kartu debit, kartu kredit, transfer, maupun transaksi berbasis NFC pada perangkat tertentu.

Terkait saldo yang sempat terpotong akibat transaksi gagal, pihak BCA memastikan proses pengembalian dana sedang berjalan.

“Kami memastikan seluruh proses pengembalian dana yang sempat terkendala gangguan tersebut sedang berjalan,” jelasnya.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru