Kemnaker Gelar Sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 2 Serentak di Jakarta, Surabaya, dan Makassar

Reporter : Rozy
Kemnaker kembali menggelar Evaluasi Pembinaan & Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum Batch 2 yang diikuti oleh 2.100 peserta secara serentak di Jakarta, Surabaya, dan Makassar (12/5).

KLIKJATIM.Com | Jakarta — Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kini menjadi prioritas utama di dunia industri seiring meningkatnya tuntutan akan tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi. Penguatan kompetensi ini dipandang krusial untuk menjamin terciptanya lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman bagi seluruh personel.

Merespons kebutuhan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 terus memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia lewat Evaluasi Pembinaan dan Sertifikasi Calon Ahli K3 Umum.

Baca juga: Peringatan 50 Tahun IPA Convex: Misi Besar Mencapai Kemandirian Energi Nasional di ICE BSD

Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, menegaskan bahwa proses sertifikasi ini memiliki peran strategis dalam membentuk profesionalisme tenaga kerja.

“Kegiatan evaluasi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi juga memastikan calon Ahli K3 memahami norma dan prinsip K3 agar mampu menjalankan perannya secara profesional dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan produktif,” ujar Ismail di Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan Batch 2 ini dilaksanakan serentak pada 12–13 Mei 2026 di beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar, dengan total peserta mencapai 2.100 orang dari seluruh Indonesia.

Baca juga: Kibarkan Merah Putih di Buriram, Pebalap Astra Honda Racing Team Terus Melesat di ARRC 2026

Salah satu peserta asal Lamongan, Syibro Ihmi (29), mengungkapkan bahwa kompetensi K3 adalah "tiket" wajib untuk memasuki dunia industri modern. Namun, ia tidak menampik bahwa tantangan di lapangan masih sangat besar, terutama terkait kedisiplinan pekerja.

“Kadang pekerja maunya yang praktis dan tidak mau repot, padahal keselamatan kerja itu sangat penting. Dari pengalaman saya, masih ada tempat kerja yang belum optimal, seperti perlengkapan APD yang belum lengkap,” tutur Syibro. Menurutnya, seorang Ahli K3 harus mampu menjadi motor penggerak literasi dan edukasi bagi rekan sejawatnya.

Senada dengan Syibro, Aidil Cahyadi (23), peserta asal Makassar, mengakui bahwa memahami regulasi K3 yang luas merupakan tantangan tersendiri. Meski harus membagi waktu dengan pekerjaan, ia menilai sertifikasi ini memberikan perspektif yang lebih mendalam.

Baca juga: Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent & Innovation Hub

“Kegiatan ini sangat penting karena membantu kami memahami penerapan K3 di tempat kerja, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktiknya secara langsung,” kata Aidil.

Melalui program sertifikasi ini, Kemnaker berharap para lulusan mampu menjadi garda terdepan dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan memperkuat standar keselamatan industri di Indonesia.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru