Cetak Rekor! Laba Bank Jatim Tahun 2025 Capai Rp1,546 Triliun, Tertinggi di Antara BPD se-Indonesia

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Apresiasi: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan arahan strategis dalam RUPS Tahunan Bank Jatim Tahun Buku 2025.

KLIKJATIM.Com | Surabaya – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menorehkan sejarah baru dalam perjalanan bisnisnya. Pada Tahun Buku 2025, bank pelat merah milik Pemprov Jatim ini berhasil membukukan laba bersih (bank only) sebesar Rp1,546 triliun, yang merupakan laba tertinggi di antara seluruh Bank Pembangunan Daerah (BPD) di Indonesia sekaligus capaian tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bank Jatim.

Prestasi impresif ini mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 di Kantor Pusat Bank Jatim, Surabaya, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Aktivitas Rumah Makin Lancar, 116 Ribu Pelanggan Nikmati Promo Diskon Tambah Daya 50% PLN

"Kinerja Bank Jatim sepanjang 2025 sangat patut diapresiasi. Pertumbuhan aset, kredit, dan DPK menunjukkan kemampuan manajemen dalam menjaga momentum pertumbuhan secara konsisten dan berkualitas," ujar Gubernur Khofifah.

Berdasarkan laporan neraca konsolidasi (y-on-y), Bank Jatim mencatatkan lonjakan signifikan pada hampir seluruh lini keuangan. Mulai total aset meningkat dari Rp118,14 triliun menjadi Rp168,85 triliun (tumbuh 42,93%), penyaluran kredit naik dari Rp75,35 triliun menjadi Rp110,50 triliun (tumbuh 46,65%), Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh dari Rp90,01 triliun menjadi Rp127,24 triliun (tumbuh 41,36%), memghasilkan laba bersih konsolidasi yang tumbuh 24,80% menjadi Rp1,61 triliun.

Atas capaian gemilang tersebut, Bank Jatim menyepakati pembagian dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp54,71. Total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp850,17 miliar atau setara 55 persen dari laba bersih.

Gubernur Khofifah menekankan posisi strategis Bank Jatim dalam mendukung ekonomi Jawa Timur yang kini menjadi penyumbang ekonomi terbesar kedua nasional (14,40% PDB Indonesia). Per 5 Mei 2026, ekonomi Jatim triwulan pertama tumbuh 5,96% (y-on-y), tertinggi di Pulau Jawa.

Baca juga: DPRD Jember Soroti Dugaan Pelanggaran SE Larangan Kantong Plastik, Ritel Modern Terancam Sanksi Pencabutan Izin

Bank Jatim juga mengukuhkan diri sebagai pemimpin kolaborasi antar-BPD. Saat ini, Bank Jatim menaungi 5 anggota Kelompok Usaha Bank (KUB), yakni Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Sulawesi Tenggara, Bank Lampung, dan Bank Banten. Jumlah ini merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Dalam arahan strategisnya, Khofifah meminta seluruh jajaran Bank Jatim, terutama para Kepala Cabang, untuk proaktif "mendaratkan" bunga KUR di angka 5,99 persen.

"Ini adalah good news dan harapan baru bagi pelaku usaha kecil. Tim di semua daerah harus proaktif menjemput bola agar stimulus ini bisa mendorong pertumbuhan sektor produktif UMKM secara lebih luas," tegasnya.

Baca juga: MPM Honda Jatim Umumkan Pemenang Undian THR Honda Total Hadiah Rp1 Miliar

Menghadapi tantangan masa depan, Gubernur berpesan agar Bank Jatim tidak hanya melakukan digitalisasi layanan, tetapi juga memiliki digital mindset yang menyeluruh agar tetap agile (lincah) dan prudent (bijaksana) di tengah ketatnya kompetisi industri perbankan dan fintech.

"Kita optimis Bank Jatim akan semakin berperan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi daerah, menuju Jawa Timur yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan," pungkas orang nomor satu di Jatim tersebut.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru