KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Rencana revitalisasi Pasar Tradisional Kota Bojonegoro menuai polemik di kalangan pedagang. Proyek yang dijadwalkan mulai berjalan pada 2026 itu tidak dilengkapi Tempat Penampungan Sementara (TPS), sehingga memicu kekhawatiran akan penurunan omzet.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menawarkan solusi relokasi ke Pasar Banjarjo yang berjarak sekitar lima kilometer dari lokasi pasar saat ini. Namun, opsi tersebut ditolak pedagang karena dinilai berisiko menggerus pelanggan.
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Lanjutkan Beasiswa SESAR, Pendaftaran Dibuka Pekan Ini
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Tradisional Kota Bojonegoro, Khorij Zainal Asrori, menegaskan pihaknya mendukung program revitalisasi. Meski demikian, ia meminta pemerintah tetap memperhatikan keberlangsungan usaha pedagang selama proses pembangunan.
“Kami mendukung pembangunan, tetapi mohon disediakan TPS untuk pedagang,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, relokasi dengan jarak cukup jauh berpotensi membuat pelanggan hilang, terlebih di tengah kondisi ekonomi yang dinilai sedang lesu.
“Menjaga pelanggan saja sudah sulit, apalagi harus mencari yang baru,” katanya.
Pedagang sebelumnya mengusulkan agar TPS ditempatkan di lokasi yang lebih dekat, seperti di sisi barat pasar atau area depan gedung serbaguna. Lokasi tersebut dinilai tetap strategis karena masih berada di sekitar pasar lama.
Khorij menyebut usulan tersebut didasarkan pada kajian internal pedagang, yang menilai TPS idealnya berada dalam radius maksimal satu kilometer dari pasar induk.
Baca juga: Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Kembali Mengaspal, Bupati Wahono: Prioritaskan Keselamatan Siswa
Ia juga mempertanyakan kebijakan Pemkab yang tidak mengalokasikan anggaran TPS. Pasalnya, pada proyek revitalisasi pasar lain seperti Pasar Kalitidu dan Pasar Sroyo, fasilitas tersebut disediakan.
“Kenapa di Pasar Kota tidak ada anggaran TPS?” tegasnya.
Pedagang khawatir relokasi ke Pasar Banjarjo justru akan memperketat persaingan, mengingat di lokasi tersebut sudah terdapat pedagang dengan komoditas serupa.
“Kami berharap ada solusi terbaik agar usaha tetap berjalan,” tambahnya.
Baca juga: Wabup Nurul Azizah Sidak Penyaluran PIP di SMAN 3 Bojonegoro, Pastikan Diterima Utuh Tanpa Potongan
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKP-CK) Bojonegoro, Satoto Hadi, membenarkan tidak adanya anggaran untuk TPS dalam proyek tersebut.
“Memang tidak ada anggaran untuk itu,” ujarnya singkat.
Sebagai informasi, revitalisasi Pasar Tradisional Kota Bojonegoro masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026 dengan nilai anggaran sekitar Rp80 miliar. Pasar tersebut direncanakan dibangun tiga lantai dengan konsep pasar tradisional modern.
Editor : Abdul Aziz Qomar