KSOP Tanjung Perak dan Terminal Teluk Lamong Uji Coba EAZI, Pangkas Waktu Tunggu Kapal

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Kapal yang labuh sandar di Dermaga TTL. (Dok)

KLIKJATIM.Com | Surabaya — KSOP Utama Tanjung Perak Surabaya bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus melakukan peningkatan efektivitas layanan kepelabuhanan melalui uji coba penataan Zona Labuh 2. Langkah ini ditujukan untuk memangkas waktu tunggu kapal sebelum sandar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Express Anchorage Zone Service (EAZI), yang dirancang untuk menciptakan sistem pelayanan kapal yang lebih terjadwal, terintegrasi, selamat, dan aman.

Baca juga: Dorong Efisiensi Logistik Nasional, Pelindo Regional 3 bersama TTL Resmikan Operasional Dermaga Berlian Timur

Uji coba dilaksanakan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam), Kamis (23/4/2026), sebagai lokasi pilot project sebelum diterapkan di Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian) yang berada di bawah pengelolaan PT Terminal Teluk Lamong.

Pelaksanaan uji coba ditandai dengan pelayanan MV Minas Baru sebagai kapal pertama yang menggunakan alur layanan baru, mulai dari memasuki zona labuh hingga proses sandar di terminal.

Dalam skema baru tersebut, kapal yang akan bersandar di TPK Nilam dan TPK Berlian, khususnya berukuran di atas 4.000 GT dengan panjang maksimal (Length Overall/LOA) hingga 150 meter, tidak lagi menunggu di area labuh luar. Kapal diarahkan menuju titik labuh yang telah ditentukan melalui sistem penjadwalan terintegrasi.

Seluruh proses didukung platform digital Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended milik KSOP Utama Tanjung Perak serta Phinisi milik PT Pelindo. Sistem ini memungkinkan perencanaan kedatangan kapal (Estimated Time of Arrival/ETA) dan jadwal sandar dilakukan lebih presisi dan terkoordinasi.

Melalui pendekatan tersebut, waktu tunggu kapal ditargetkan turun signifikan dari rata-rata 4–6 jam menjadi sekitar 2 jam atau bahkan kurang. Selain meningkatkan efisiensi, pengaturan pergerakan kapal yang lebih terstruktur juga berkontribusi terhadap keselamatan navigasi dengan mengurangi kepadatan lalu lintas di alur pelayaran pelabuhan.

Baca juga: KSOP Tanjung Perak Apresiasi Sinergi Maritim dan Bahas Rencana Pengembangan Pelabuhan Hingga 2041

MV Minas Baru yang melayani rute domestik dipilih untuk menguji efektivitas sistem dalam kondisi operasional nyata. Kapal tersebut tercatat tiba di area Karang Jamuang pukul 11.35 WIB, kemudian melakukan manuver menuju zona EAZI dan lego jangkar pada pukul 13.42 WIB sambil menunggu kesiapan tambatan.

Kapal berada di Zona Labuh 2 selama sekitar satu jam sebelum melakukan manuver sandar pada pukul 15.50 WIB. Rangkaian proses ini menunjukkan implementasi awal sistem penjadwalan yang lebih tertata dalam mengatur alur kedatangan kapal.

Kepala KSOP Utama Tanjung Perak, Agustinus Maun, menyatakan uji coba program layanan EAZI terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan penempatan kapal serta efektivitas layanan kapal di Pelabuhan Tanjung Perak.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut didukung optimalisasi koordinasi antara KSOP Utama Tanjung Perak, pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), sehingga meningkatkan kelancaran aktivitas pelabuhan.

Sementara itu, Terminal Head TPK Nilam, Retno Pujianto, mengatakan uji coba ini menjadi langkah penting dalam transformasi layanan kepelabuhanan. Menurutnya, penataan zona labuh tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kepastian layanan bagi pengguna jasa.

Uji coba program EAZI menjadi bukti sinergi antara operator pelabuhan, regulator, dan pelaku usaha pelayaran dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional.

Evaluasi akan terus dilakukan sebelum sistem diterapkan secara penuh dan menjadi standar baru pengelolaan zona labuh di pelabuhan-pelabuhan utama Indonesia, guna mendorong daya saing sektor logistik nasional di tingkat global.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru