Hapus Stigma dan Diskriminasi, Dinkes KB Sampang Targetkan Eliminasi TB dan Kusta pada 2030

Reporter : fadil
Sosialisasi: Dinkes KB Sampang dan Puskesmas Jrengik melaksanakan kegiatan sosialisasi penanganan penyakit TB dan Kusta. (Ist)

KLIKJATIM.Com | Sampang – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang memperkuat komitmen dalam menangani penyakit menular melalui program Desaku Asik (Desa Sahabat Kusta Tanpa Stigma, Diskriminasi, dan Siap Eliminasi Kusta). Kegiatan yang berkolaborasi dengan Puskesmas Jrengik ini dilaksanakan pada Jumat (17/4).

Program ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan petugas kesehatan untuk mendeteksi dini kasus Tuberkulosis (TB) serta kusta. Berdasarkan data hingga minggu ke-12 tahun 2026, tercatat skrining baru mencapai 12,66�ri target, dengan penemuan 4 kasus kusta dari target 16 kasus.

Baca juga: Polres Sampang Ringkus Spesialis Pencurian Meteran Listrik dan AC, Pelaku Beraksi di 12 Lokasi

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, menjelaskan bahwa pembentukan desa siaga ini sangat krusial untuk mengubah pandangan negatif masyarakat terhadap penderita.

"Tujuan pembentukan desa siaga TB dan Desaku Asik adalah untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap pasien TB dan kusta, serta menurunkan beban akibat kusta di suatu wilayah melalui pemberdayaan potensi masyarakat desa," terang Syamsul.

Baca juga: Ketua DPRD Sampang Ikuti KPPD di Lemhanas, Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Daerah

Sebagai langkah nyata ke depan, Dinkes KB akan menggencarkan sosialisasi dan pembagian kartu "Ayo Temukan Bercak" sebagai instrumen deteksi dini di lapangan. Dukungan lintas sektor juga diharapkan mampu mempercepat penyebaran informasi yang akurat mengenai kedua penyakit tersebut.

Syamsul menekankan pentingnya pengobatan yang tuntas dan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pelacakan kontak erat penderita.

Baca juga: Truk Box Terguling di Sampang, Muatan Diduga Rokok Ilegal Berhamburan Diserbu Warga

"Perlu deteksi dini kusta dan pengisian skrining di SIJELITA (Skrining Jatim Eliminasi Kusta), yaitu website skrining kasus bagi kontak erat penderita maupun masyarakat umum. Kami berharap ini meningkatkan penemuan kasus agar segera diobati sehingga target eliminasi kusta tahun 2030 tercapai," pungkasnya.

Selain deteksi, Dinkes KB juga fokus memberikan motivasi kepada para pasien agar menyelesaikan masa pengobatan hingga benar-benar dinyatakan sembuh, guna memutus rantai penularan di lingkungan sekitar.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru