KLIKJATIM.Com | Mojokerto—Jumlah penerima bantuan pangan non tunai (BPTN) saat ini mencapai 3,8 juta keluarga. Jumlah itu naik dari angka sebelumnya yang hanya 2,8 juta keluarga.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan, BPNT itu tidak hanya bisa dinikmati warga di desa. Tapi juga di kelurahan. Sebab, menurut Emil warga di perkotaan terdampak langsung akibat pandemi covid-19.
Baca juga: Sengketa Lahan Desa Belun, BPN Bojonegoro Tegaskan Keabsahan Sertifikat Ahli Waris
[irp]
"Kita menyadari bahwa ini situasi yang lebih sulit lagi bagi saudara-saudara kita di perkotaan karena mata pencahariannya banyak bergantung pada nonpertanian, seperti pedagang," katanya di sela-sella memantau penyaluran bantuan sosial di Kota Mojokero (11/5/2020).
Emil mengatakan, warga di tinggal di perkotaan mata pencahariannya tergantung pada jasa dan perdagangan yang ada di kota. Jika aktifitas kota dibatasi, lanjut Emil, otomatis aktifitas mereka juga dibatasi.
“Berbeda dengan di desa. Masih bisa di sawah dan kebun juga,” terangnya.
Untuk itu, Pemprov Jatim melakukan intervensi terhadap program BPNT. Di antaranya dengan menambah bantua Rp 100 ribu per-KK. Sehingga total bantuan yang diterima KPM jika biasanya Rp 200 ribu saat ini menjadi Rp 300 ribu.
Baca juga: Domino Naik Kelas: Surabaya Domino Tournament 2026 Sukses Jaring 1.500 Peserta Menuju Liga Pro
[irp]
"Kita berikan suplemen senilai 50 persen dari bantuan pusat, selama 3 bulan kedepan. Nah ini sudah pertama dicairkan dengan dukungan dari seluruh elemen pemerintah," imbuhnya.
Tujuan top up ini karena warga di wilayah berbasis kelurahan, tidak memiliki tambahan bantuan dari realokasi dana desa yang diberikan untuk warga terdampak. Sehingga Pemprov merasa perlu untuk menambah pelapisan bantuan.
Total KPM di Jawa Timur yang akan mendapatkan tambahan top up ini ada sebanyak 333.022 KPM dengan nilai total bantuan dari Pemprov Jatim mencapai Rp 99,906 miliar.
Baca juga: Intensitas Hujan Tinggi, Sejumlah Ruas Protokol Bojonegoro Terendam Banjir
[irp]
"Sekarang sudah cair di tangan masyarakat dana senilai Rp100.000 tambahan perbulan, sehingga setiap keluarga bisa mendapatkan Rp300.000," tambah Emil.
Bansos tersebut, senilai Rp 200.000 berupa beras 10 kg, daging 1/2 kg, kentang 1/2 kg, manisa 1 kg, jagung 2 pack, kacang hijau 1/4 kg, dan 1 buah semangka. Sedangkan tambahan Rp 100.000, berupa beras 5 kg, dan 25 butir telor ayam. (mkr)
Editor : Redaksi