KLIKJATIM.Com | Sumenep - Seorang warga Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean, Kabupaten Sumenep, Madura, bernama Mosatton, dilaporkan belum kembali setelah pergi melaut untuk memancing sejak Minggu (12/4/2026) pagi.
Hingga Senin (13/4/2026) sore, keberadaan pria tersebut masih belum diketahui. Kepala Desa Pajanangger, Suhrawi menjelaskan, bahwa berdasarkan keterangan keluarga, korban berangkat melaut seperti kebiasaannya pada pagi hari.
Baca juga: LPG 3 Kg Langka di Sumenep, Warga Keliling Desa hingga Harga Tembus Rp30 Ribu
"Kalau menurut penuturan keluarga, kalau mancing biasanya berangkat pukul 07.30 WIB, dan pulang magrib atau sesudahnya. Kadang molor sampai pukul 11 malam," ujar Suhrawi, Senin (13/4/2026) malam.
Namun hingga Minggu malam sekitar pukul 23.00 WIB, Mosatton tak juga kembali ke rumah. Situasi itu membuat pihak keluarga cemas dan segera meminta bantuan para nelayan sekitar untuk melakukan penyisiran di lokasi biasa korban memancing.
Proses pencarian sempat tertunda lantaran kondisi air laut sedang surut, sehingga tim baru dapat bergerak pada Senin pagi.
Baca juga: Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Kangean Surati Bupati Sumenep
Saat dilakukan pencarian, warga hanya menemukan perahu yang digunakan korban. Di dalamnya terdapat perlengkapan memancing, sekitar 10 ekor ikan hasil tangkapan, serta bekal makanan milik Mosatton.
Perahu tersebut kemudian dibawa ke tepi pantai, sementara pencarian terhadap korban terus dilanjutkan di sekitar perairan tempat ia diduga hilang.
"Keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada saya menjelang siang tadi. Selanjutnya, saya berkoordinasi dengan Pak Camat, Pak Kapolsek dan Basarnas," katanya.
Baca juga: Festival Ojung Masuk Kalender 2026, Pemkab Sumenep Dorong Budaya Jadi Motor Wisata
Sampai Selasa (14/4/2026), Mosatton belum berhasil ditemukan. Camat Arjasa, Nizar, telah menyampaikan laporan resmi kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Pihak kecamatan juga telah berkoordinasi dengan Basarnas dan berharap bantuan tambahan segera turun agar proses pencarian bisa dimaksimalkan dan korban lekas ditemukan.
Editor : Wahyudi