Inovasi Pemuda Jember Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Solusi di Tengah Krisis Energi

Reporter : Muhammad Hatta
Kelompok Pemuda di Jember Olah Sampah Plastik Jadi BBM.

KLIKJATIM.Com | JemberSebuah langkah inspiratif ditunjukkan oleh kelompok pemuda yang tergabung dalam Gayasan Squad di Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Di tengah persoalan limbah yang kian menumpuk, mereka berhasil menyulap sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi jawaban atas isu krisis energi.

Baca juga: Misteri Jasad di Blega Terungkap: Ternyata Tangan Dingin Anak Tiri yang Mengakhiri Nyawa Ibunya

Inisiatif lingkungan ini telah digagas sejak setahun lalu. Para pemuda setempat merasa prihatin melihat tingginya volume sampah plastik yang sulit terurai dan kerap mencemari lingkungan pemukiman mereka. Akhirnya, mereka memutuskan untuk bergerak melakukan aksi nyata yang memberikan nilai tambah.

Koordinator Gayasan Squad, Ahmad Syaifuddin atau yang akrab disapa Asep, menjelaskan bahwa fokus utama gerakan ini adalah penyelesaian masalah sampah di wilayah Jember. Menurutnya, tujuan awal mereka adalah mencari cara untuk memusnahkan plastik dengan cara yang bermanfaat bagi warga sekitar.

"Dalam proses produksi, kami menggunakan metode pirolisis. Sampah plastik kering dibakar dalam wadah tertutup selama sekitar enam jam dengan suhu mencapai 350 hingga 550 derajat Celsius menggunakan bahan bakar kayu. Proses pembakaran ini menghasilkan minyak mentah yang kemudian disuling kembali selama satu jam untuk memisahkan jenis-jenis bahan bakar," terangnya. 

Hasil dari penyulingan tersebut cukup beragam, mencakup solar, premium, minyak tanah, hingga gas. Khusus untuk gas, saat ini Gayasan Squad memanfaatkannya kembali sebagai bahan bakar proses pembakaran di dalam drum peleburan plastik karena belum memiliki teknologi penampungan yang memadai.

Baca juga: Mulai 1 Juni 2026, TPA Pakusari Jember Tutup untuk Sampah Organik, Warga Diminta Kelola Mandiri

"Secara teknis, setiap 10 kilogram sampah plastik yang diolah mampu menghasilkan sekitar 9 liter minyak mentah. Dari total produksi tersebut, komposisinya terdiri dari 60 persen solar, 15 persen premium, 10 persen minyak tanah, dan 5 persen gas. Berdasarkan referensi riset yang mereka pelajari, kualitas premium hasil olahan ini diperkirakan memiliki angka oktan (RON) antara 92,5 hingga 100, meskipun pengujian laboratorium secara mandiri belum dilakukan," imbuhnya. 

Menariknya, inovasi ini tidak menyisakan limbah baru. Residu hasil pembakaran berupa karbon masih memiliki nilai ekonomis karena dapat diolah menjadi briket atau bahan kerajinan tangan. Hal ini sejalan dengan moto yang diusung oleh Gayasan Squad, yakni "Sampah adalah Energi", yang meyakini bahwa semua jenis sampah—baik organik maupun anorganik—memiliki potensi manfaat jika dikelola dengan benar.

Saat ini, Gayasan Squad masih menitikberatkan kegiatan mereka pada aspek kelestarian lingkungan daripada tujuan komersial. BBM yang dihasilkan pun masih digunakan secara terbatas untuk membantu kebutuhan operasional masyarakat lokal, seperti bahan bakar mesin diesel pertanian dan pompa air milik warga.

Baca juga: TPA Pakusari Penuh, Pemkab Jember Larang Sampah Organik Masuk Mulai 1 Juni 2026

Ke depan, para pemuda ini berencana untuk terus menyempurnakan teknologi pengolahan mereka. Peningkatan kapasitas produksi dan kelengkapan peralatan menjadi target utama agar seluruh hasil sampingan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Gerakan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian energi di tingkat lokal sekaligus menjadi model penanganan sampah plastik yang efektif bagi daerah lain.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru