Antisipasi Kemarau, Bupati Bojonegoro Terbitkan Edaran Siaga untuk Petani

Reporter : M Nur Afifullah
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Ancaman musim kemarau panjang mulai diwaspadai Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sebagai langkah antisipasi, Bupati Setyo Wahono menerbitkan surat edaran guna melindungi sektor pertanian dari potensi kekeringan.

Surat edaran bernomor 520/531/412.221/2026 yang diteken pada 16 Maret 2026 tersebut menjadi pedoman bagi petani untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.

Baca juga: 72 Calon Paskibraka Bojonegoro Masuki Pemusatan Latihan, Disiapkan Bertugas pada HUT RI ke-81

Berdasarkan prakiraan BMKG Tuban, awal musim kemarau di Bojonegoro tahun ini terjadi secara bertahap. Wilayah Balen, Baureno, Kanor, dan Kepohbaru diperkirakan mulai memasuki kemarau pada pertengahan April, disusul sebagian besar kecamatan lain pada akhir April.

Sementara itu, kawasan Bubulan, Gondang, hingga Temayang diprediksi mengalami musim kemarau pada awal Mei. Kondisi ini menjadi peringatan bagi petani untuk segera beradaptasi dengan perubahan cuaca.

Dalam edaran tersebut, Bupati Wahono menekankan lima langkah strategis. Pertama, optimalisasi pengelolaan air melalui sistem irigasi hemat air dan pembagian secara bergiliran.

Kedua, penyesuaian pola tanam sesuai ketersediaan air. Petani di wilayah minim air dianjurkan beralih ke tanaman palawija, sedangkan daerah dengan irigasi memadai disarankan menanam varietas padi tahan kering dengan masa panen lebih singkat.

Baca juga: APBD Bojonegoro Diproyeksi Turun Jadi Rp5,1 Triliun pada 2027, Pemkab Fokus Jaga Program Prioritas

Ketiga, peningkatan perlindungan tanaman dari serangan hama yang berpotensi meningkat saat musim kemarau, melalui penggunaan pupuk organik, agen hayati, dan biosaka.

Keempat, penguatan kelembagaan petani melalui gotong royong antar kelompok tani, termasuk dalam pemeliharaan saluran irigasi dan penyusunan strategi bersama.

Kelima, peningkatan peran aktif pemerintah desa dan kecamatan dalam mengoordinasikan distribusi air, penyediaan sarana pertanian, serta pelaporan kondisi di lapangan.

Baca juga: Enam Tuntutan Warga Ngelo Mengemuka, DPRD Bojonegoro Fasilitasi Penyelesaian Ganti Rugi Bendungan Karangnongko

“Distribusi air harus adil dan kebutuhan petani harus terpenuhi. Ini membutuhkan peran bersama dari semua pihak,” tegas Wahono.

Dengan langkah ini, Pemkab Bojonegoro berharap para petani dapat tetap produktif dan mampu menghadapi tantangan musim kemarau secara optimal.

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru