KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh unggahan yang memancing rasa penasaran sekaligus perdebatan warganet. Sebuah unit Mobil Siaga milik Desa Malo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, tertangkap kamera sedang terparkir di area salah satu pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur.
Foto yang pertama kali diunggah oleh akun Info Bojonegoro, baik melalui Instagram maupun TikTok, tersebut langsung menyedot perhatian publik secara masif.
Baca juga: Jelang SPMB 2026, Inspektorat Bojonegoro Tegaskan Gratifikasi dan Titipan Siswa Bisa Berujung Pidana
Ribuan penonton membanjiri kolom komentar dengan beragam reaksi. Sebagian warganet melontarkan kritik, namun tidak sedikit pula yang mencoba berpikiran positif dengan menduga bahwa kendaraan tersebut sedang mengantar santri kembali ke pondok usai libur Lebaran.
Menanggapi polemik yang telanjur gaduh di ruang digital, Kepala Desa Malo, Sujito, akhirnya memberikan penjelasan resmi. Ia membenarkan bahwa kendaraan operasional desa tersebut memang berada di lokasi sebagaimana foto yang beredar. Namun, Sujito menegaskan bahwa keberadaan mobil tersebut tetap dalam koridor pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Desa Malo menjelaskan bahwa penggunaan mobil tersebut didasari oleh kebutuhan warga yang sedang menjalani pengobatan alternatif di wilayah Jombang. Momentum tersebut kemudian dimanfaatkan sekaligus untuk mengantar putra warga yang bersangkutan kembali ke pondok pesantren.
“Orang tuanya berobat, sekalian mengantar anaknya ke pondok,” jelas Sujito saat dikonfirmasi oleh klikjatim.com pada Senin (6/4/2026).
Baca juga: Inflasi Mei Lebih Tinggi dari April, BPS Ungkap Penyumbang Terbesarnya
Lebih lanjut, Sujito menegaskan bahwa Mobil Siaga Desa di Bojonegoro sejatinya memang diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat secara luas dan tidak terbatas hanya pada kondisi darurat medis murni. Layanan ini diberikan secara gratis kepada warga karena seluruh biaya operasionalnya telah ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Secara fungsional, Mobil Siaga Desa memiliki spektrum kegunaan yang cukup lebar. Selain sebagai transportasi kesehatan darurat untuk mengantar warga sakit, ibu melahirkan, atau pasien rujukan ke rumah sakit, mobil ini juga berfungsi untuk layanan sosial dan kemanusiaan. Hal ini mencakup mobilisasi lansia, penyandang disabilitas, hingga angkutan jenazah jika diperlukan.
Selain itu, kendaraan ini disiagakan sebagai sarana penanganan bencana untuk proses evakuasi serta mendukung mobilisasi kegiatan kemasyarakatan yang bersifat mendesak. Mengingat operasionalnya dibiayai oleh negara melalui pemerintah desa, fasilitas ini tersedia 24 jam penuh agar bisa dimanfaatkan warga tanpa pungutan biaya sepeser pun.
Meski penggunaan mobil tersebut diklaim sudah sesuai dengan fungsi pelayanan masyarakat, Pemerintah Desa Malo tetap menyikapi serius masukan dan perhatian dari warganet. Pihak desa berencana melakukan evaluasi menyeluruh agar tata kelola dan pemanfaatan aset desa ke depan semakin tertib dan transparan sesuai koridor yang ada.
“Kami akan evaluasi dan sosialisasikan kembali ke warga agar dapat dijalankan sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditentukan,” pungkas Sujito menutup penjelasannya.
Editor : Fatih