Gas Melon Langka di Bojonegoro, Harga Naik hingga Rp35 Ribu per Tabung

Reporter : M Nur Afifullah
Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram mulai dirasakan warga Kabupaten Bojonegoro dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat harga gas melon di tingkat pengecer melonjak hingga Rp35 ribu per tabung.

Kelangkaan tersebut terjadi saat masyarakat tengah bersiap menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Tidak sedikit warga yang harus berkeliling mencari gas demi memenuhi kebutuhan memasak di rumah.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro Diprotes, Pedagang Desak Penyediaan TPS

Suyanto, warga Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro Kota, mengaku sudah mencari gas sejak sehari sebelumnya, namun hingga kini belum juga mendapatkannya. “Sudah saya cari ke beberapa tempat, dari kemarin sampai sekarang belum dapat juga,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Hal serupa juga dialami Mariyati, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Ia mengatakan telah memesan gas kepada pengecer langganannya sejak beberapa hari lalu, namun hingga kini belum tersedia.

“Katanya baru ada lagi setelah Lebaran, sekitar tanggal 29 Maret,” ungkapnya.

Kelangkaan ini membuat sebagian warga mulai khawatir, terutama karena kebutuhan memasak biasanya meningkat menjelang Lebaran.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro Lanjutkan Beasiswa SESAR, Pendaftaran Dibuka Pekan Ini

Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan bahwa distribusi elpiji 3 kilogram di wilayah Jawa Timur dalam kondisi aman. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut pihaknya terus melakukan distribusi sesuai kuota yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami juga melakukan pemantauan secara berkala agar distribusi berjalan lancar dan pasokan tetap tersedia di masyarakat,” jelasnya.

Pertamina juga mengklaim telah menambah pasokan melalui skema fakultatif dan extra dropping sebesar 10 persen selama Maret 2026. Tambahan itu setara dengan 3.657.666 tabung untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

Baca juga: Angkutan Pelajar Gratis Bojonegoro Kembali Mengaspal, Bupati Wahono: Prioritaskan Keselamatan Siswa

Meski demikian, keluhan warga terus bermunculan, termasuk di media sosial. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas, bahkan setelah mendatangi pangkalan resmi.

Bahkan, di media sosial juga beredar tawaran penjualan gas elpiji 3 kilogram dengan harga jauh di atas ketentuan. Ada yang menawarkan dua tabung gas dengan harga mencapai Rp100 ribu.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru