KLIKJATIM.Com | Jember -Seorang pemuda bernama M. Akbar Fatoni (23), warga Perumahan Istana Tegal Besar (ITB) Cluster Kutai, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, diamankan petugas UPT Liposos Dinas Sosial (Dinsos) Jember setelah diduga mengalami depresi dan mengamuk hingga meresahkan warga.
Pemuda tersebut kemudian dievakuasi menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di RSD dr. Soebandi Jember, Jumat (13/3/2026) malam.
Baca juga: Nelayan Jember Hilang Tersapu Ombak Pantai Watu Ulo
Kepala UPT Liposos Dinsos Jember, Roni Effendi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga terkait seorang pria yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan bertindak agresif terhadap keluarga maupun lingkungan sekitar.
“Pada hari ini kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada seorang laki-laki dewasa yang mengalami depresi dan marah-marah sehingga keluarga serta warga merasa resah dan takut karena perilakunya tidak terkendali,” kata Roni.
Ia menjelaskan, laporan tersebut diterima menjelang waktu berbuka puasa. Tim Liposos kemudian melakukan evakuasi setelah berbuka dengan menerjunkan empat personel ke lokasi.
Saat petugas tiba, kondisi pemuda tersebut masih emosional dan sulit dikendalikan. Warga sekitar bahkan ikut membantu proses evakuasi karena khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Di lokasi memang kondisi pasien tidak terkendali dan marah. Warga juga ikut membantu karena khawatir sulit menenangkan. Akhirnya berhasil dievakuasi menggunakan ambulans,” ujarnya.
Karena kondisinya dinilai cukup ekstrem, petugas terpaksa melakukan pengikatan sementara sebagai bagian dari prosedur pengamanan agar proses evakuasi berjalan aman.
“Karena kondisinya ekstrem dan tidak terkendali, sesuai prosedur kami lakukan pengikatan sementara,” jelasnya.
Baca juga: Jadwal Kereta Api Daop 9 Jember Tetap Normal Usai Insiden KA di Bekasi Timur
Setelah berhasil diamankan, pemuda tersebut langsung dibawa ke RSD dr. Soebandi Jember untuk mendapatkan penanganan medis awal agar kondisinya lebih tenang.
Roni menambahkan, apabila kondisi pasien sudah stabil, yang bersangkutan rencananya akan dipulangkan ke rumah karena masih memiliki keluarga yang dapat mendampingi. Selanjutnya, Dinsos akan berkoordinasi dengan petugas kesehatan jiwa (Keswa) setempat agar pasien mendapatkan penanganan rutin.
“Jika diperlukan penanganan lebih intensif, kami juga akan berkoordinasi dengan keluarga untuk kemungkinan rujukan ke RSJ Lawang,” katanya.
Sementara itu, Ketua RT 01/RW 48 Perumahan ITB Cluster Kutai, Sapardianto, mengatakan pemuda tersebut memang sempat membuat warga resah karena sering marah-marah tanpa sebab yang jelas.
Baca juga: Tuntut Transparansi UKT, Ratusan Mahasiswa Geruduk Rektorat Universitas Jember
“Bahkan sempat mencoba mencekik warga yang berusaha menenangkannya,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut juga membuat warga merasa iba terhadap kedua orang tua pemuda itu. Ibunya diketahui sedang sakit setelah mengalami kecelakaan dan tidak dapat berjalan.
Karena kondisinya semakin tidak terkendali, warga bersama pengurus lingkungan akhirnya berkoordinasi dengan petugas Liposos Dinsos Jember untuk meminta bantuan penanganan.
“Alhamdulillah akhirnya bisa dibawa ke rumah sakit. Semoga mendapat penanganan medis yang baik,” pungkasnya.
Editor : Wahyudi