KLIKJATIM.Com | Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menggelar rapat koordinasi virtual bersama seluruh camat se-Kabupaten Lamongan pada Selasa (10/3) di Ruang Command Center Gedung Pemkab Lamongan.
Pertemuan strategis ini difokuskan pada pemantapan pelayanan publik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H serta penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Baca juga: Sambut Hari Lansia, Pemkab Lamongan Gelar Pengobatan Gratis
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menekankan bahwa koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan jajaran kecamatan sangat krusial untuk memastikan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran. Selain aspek pelayanan, menjaga kondusivitas wilayah menjadi prioritas utama.
“Melalui rapat virtual ini kita saling bertukar informasi dan memastikan kesiapan menghadapi hari raya, mulai dari pelayanan masyarakat, arus mudik dan arus balik, hingga membahas progres penanganan hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut.
Terkait tantangan cuaca ekstrem, Pak Yes menginstruksikan para camat untuk lebih responsif dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Koordinasi dengan perangkat desa dan instansi teknis seperti BPBD harus dilakukan secara cepat dan tepat untuk meminimalisir dampak di lapangan.
Baca juga: Lamongan Raih Penghargaan Terbaik 3 Nasional Praktik Baik Pemanfaatan SIBI untuk Pembelajaran
Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri telah melakukan berbagai langkah mitigasi nyata, seperti normalisasi saluran air, peningkatan fungsi drainase, hingga pemantauan berkala pada titik-titik rawan banjir di seluruh wilayah Lamongan.
Di sela pembahasan persiapan Lebaran dan bencana, rapat ini juga memaparkan capaian positif pembangunan daerah sepanjang tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Lamongan tercatat menguat secara signifikan.
“Pada tahun 2025, perekonomian Kabupaten Lamongan tumbuh sebesar 5,40 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 4,81 persen, sekaligus melampaui target nasional,” jelas Pak Yes.
Baca juga: PT SGN Serahkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Puskesmas Mider Lampung Utara Lewat Program TJSL
Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan masih menjadi penopang utama ekonomi dengan kontribusi 30,18 persen, disusul perdagangan sebesar 19,43 persen dan industri pengolahan 12,84 persen. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan tahun 2025 mencapai angka 76,81, menunjukkan peningkatan kualitas hidup masyarakat yang berkelanjutan.
Melalui sinergi lintas wilayah ini, Pemkab Lamongan berkomitmen untuk tetap responsif menghadapi dinamika menjelang hari raya sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang positif.
Editor : Fatih