KLIKJATIM.Com | Lamongan – Untuk pertama kalinya, ikon perikanan dan kuliner kebanggaan warga Lamongan naik kelas ke panggung perlombaan. Puluhan lele ukuran jumbo unjuk gigi dalam ajang Kontes Lele Lamongan (Kolela) yang digelar di GOR Lamongan, Minggu (8/3/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lamongan dalam rangka memperingati HUT PWI ini dibuka langsung oleh Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi (Bupati YES). Kontes ini bukan sekadar lomba berat ikan, melainkan strategi promosi untuk mengukuhkan lele sebagai simbol ekonomi dan karakter masyarakat setempat.
Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Pak Yes: Nilai Pancasila Hidup dan Tumbuh di Lamongan
Bupati YES dalam sambutannya menyebut bahwa lele merepresentasikan filosofi warga Lamongan yang dikenal dengan semangat "Megilan".
"Lele itu gesit dan mampu bertahan dalam kondisi ekstrem. Ini sangat mirip dengan karakter masyarakat Lamongan yang tangguh. Terima kasih kepada PWI atas inisiasi ini. Saya berharap kontes lele perdana ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang," ujar Bupati YES.
Baca juga: Haul Akbar Wujud Syukur HJL ke-457: Mengetuk Langit demi Ketangguhan Pangan dan Sosial Lamongan
Tercatat sebanyak 35 ekor lele berukuran fantastis ikut serta dalam kompetisi yang menitikberatkan pada bobot terberat. Hasilnya, gelar juara pertama jatuh kepada Toni dari Desa Plosowahyu, yang membawa lele raksasa seberat 10,240 kg.
Posisi kedua diraih oleh Panji dari Kecamatan Sugio dengan lele berbobot 9,415 kg, disusul Ahmad Insan dari Mantup sebagai juara ketiga dengan bobot lele 7,510 kg.
Baca juga: Pupuk Indonesia dan Polres Lamongan Perkuat Pengawasan, Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
Daya tarik utama acara ini muncul saat sesi lelang lele juara dimulai. Tak tanggung-tanggung, lele juara pertama berhasil terlelang dengan harga fantastis senilai Rp25 juta. Sementara itu, lele juara kedua laku terjual seharga Rp20 juta. Pihak PWI Lamongan menyatakan bahwa seluruh hasil lelang ini akan dialokasikan untuk kegiatan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kemeriahan acara ditutup dengan aksi simbolis yang sangat "Lamongan banget", yakni festival pecel lele. Dengan iringan musik yang energik, para hadirin dan tamu undangan bersama-sama mengulek sambal pecel lele di lokasi. Aroma sambal yang khas pun memenuhi area GOR, menegaskan posisi Lamongan sebagai "Ibu Kota" pecel lele nasional. (xcl)
Editor : Fatih