KLIKJATIM.Com | Surabaya—Berdasarkan kajian epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair Surabaya,Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Surabaya Raya, perlu diperpanjang.
"Saya usulkan kepada Ibu Khofifah kalau PSBB ini tidak hanya 14 hari,"kata Ketua Tim Advokasi PSBB, dr Windhu Purnomo, di Gedung Grahadi, Surabaya, Jum'at (8/5/20) malam.
Baca juga: Sambut 1448 Hijriah, Ratusan Siswa Yayasan Al-Abror Sukosewu Bojonegoro Semarakkan Pawai Ta'aruf
[irp]
Windhu Purnomo menjelaskan, Berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan (Permenkes) PSBB itu diberlakukan selama dua minggu, hal itu didasari masa inkubasi (penularan) dari virus covid-19 itu selama 14 hari.
"Menularnya pada masa inkubasi yang panjangnya sampai 14 hari,” jelasnya.
Baca juga: Sambut Libur Sekolah, Hotel Santika Gresik Hadirkan Promo Staycation 'School Holiday is Coming'
Windu juga memaparkan,dalam kajian terbarunya dengan FKM Unair dan bedasarkan riset tentang covid-19 yang ditulis di jurnal internasional, masa penularan virus corona tidak hanya 14 hari.
"Masa menulari seseorang terinveksi virus itu panjang. tidak hanya 14 hari. Jadi kalau PSBB itu hanya dilakukan 14 hari, kemudian berhenti. apa yang terjadi mungkin dia bisa menulari." ungkapnya.
[irp]
Baca juga: Honda Premium Matic Day Blitar Meriahkan Akhir Pekan, Padukan Komunitas Motor dan Program UKH
Windhu Purnomo mengatakan, sukses dan tidaknya PSBB di Jatim, tergantung penerapan dan kesadaran masyarakat untuk lebih hati-hati dalam berinteraksi.
"Hanya dengan physical distancing ataupun social distacing," pugkasnya. (mkr)
Editor : Redaksi