KLIKJATIM.Com | Sampang – Memasuki awal Ramadan 1447 Hijriah, masyarakat Kabupaten Sampang harus menghadapi lonjakan harga komoditas pangan yang cukup signifikan. Kenaikan paling drastis terjadi pada komoditas cabai rawit yang kini menyentuh angka seratus ribu rupiah per kilogram.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga cabai rawit kini rata-rata berkisar antara Rp 90.000 hingga Rp 100.000 per kilogram. Bahkan, di Pasar Srimangunan, harga tercatat mencapai puncaknya di angka Rp 105.000 per kilogram.
Lonjakan harga yang mendadak ini membuat para pembeli terkejut. Ningsih, salah seorang warga yang ditemui saat berbelanja, mengeluhkan kenaikan harga yang dirasa sangat memberatkan di awal bulan suci ini.
"Saya tadi membeli cabai rawit harganya sudah Rp 105.000 per kilogram. Kenaikannya sangat cepat dan terasa sekali di awal Ramadan ini, benar-benar membuat kaget," ujar Ningsih, Sabtu (21/2/2026).
Menanggapi fenomena ini, Staf Bidang Perdagangan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang, Imam Sufriady, membenarkan adanya tren kenaikan tersebut. Menurutnya, cabai rawit memang menjadi komoditas dengan kenaikan harga yang paling menonjol dibandingkan bahan pangan lainnya.
Baca juga: Polres Sampang Dalami Kasus Video Syur di Omben Sampang
Imam menjelaskan bahwa situasi ini dipicu oleh hukum pasar, yakni tingginya permintaan masyarakat di awal Ramadan yang tidak diimbangi dengan ketersediaan stok yang mencukupi.
"Pasokan dari daerah penghasil saat ini sedang terdampak cuaca buruk, sehingga stok menipis sementara permintaan meningkat tajam," jelas Imam.
Baca juga: Tingkat Pengangguran Jatim Turun Jadi 3,55 Persen, Khofifah Sebut Ekonomi Tumbuh Inklusif
Pihak Diskopindag memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pergerakan harga bahan pokok di berbagai pasar di Sampang guna menjaga stabilitas. Pemerintah juga meminta kerja sama masyarakat agar situasi tetap kondusif.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan barang," pungkas Imam.
Editor : Fatih